Orang yang dituduh nembak di Makan Malam Koresponden Gedung Putih kirim pesan ke keluarganya beberapa menit sebelum kejadian, dia bilang dia “Pembunuh Federal yang Ramah,” dan ngomongin kebijakan Trump serta sinyal kalo ini serangan politik, kata seorang pejabat hukum yang tahu soal penyelidikan ini.
Pesan itu dikirim pas sebelum tembakan terjadi di Hilton Washington, dia sering sebut Presiden Donald Trump tanpa nyebut langsung, dan ngeluh soal tindakan pemerintah terbaru, termasuk serangan AS ke kapal penyelundup narkoba di Pasifik timur, kata pejabat itu.
Penyidik anggap pesan ini, plus postingan media sosial dan wawancara sama keluarga, jadi bukti paling jelas soal pikiran tersangka dan kemungkinan motifnya.
Polisi juga nemu banyak postingan anti-Trump di medsos yang terkait sama tersangka, Cole Tomas Allen, umur 31 tahun dari California, yang dituduh coba masuk ke acara dinner dengan bawa senjata.
Kakak Allen lapor polisi di New London, Connecticut, setelah nerima pesan itu, kata pejabat. Juru bicara polisi bilang mereka hubungi pihak federal setelah dapat info itu.
Agen federal juga wawancara adik Allen di Maryland, yang bilang kalo abangnya beli beberapa senjata secara legal di toko California dan simpan di rumah orang tuanya di Torrance tanpa sepengetahuan mereka.
Dia bilang abangnya sering ngomong radikal, kata pejabat.
Allen beli pistol semiotomatis kaliber .38 secara legal pada Oktober 2023 dan senapan gentel 12-gauge dua tahun kemudian, kata pejabat itu dan pejabat laen ke Associated Press.
Polisi masih coba cari tahu seberapa spesifik target Allen. Pejabat bilang penyelidik lagi periksa apakah keluhannya soal Trump dan Wakil Presiden JD Vance secara pribadi atau lebih umum anti-pemerintah.
Para pejabat ini gak berwenang buat bahas penyelidikan yang masih jalan dan bicara ke AP dengan syarat anonim.
Forum Inovasi Fortune 500 bakal kumpulkan CEO Fortune 500, pejabat kebijakan AS, pendiri top, dan pemikir hebat untuk bantu tentuin masa depan ekonomi Amerika, 16-17 November di Detroit. Daftar di sini.