Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, ngapresiasi langkah pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga avtur yang udah nyampe 70% atau Rp23.551 per liter.
Seperti yang diketahui, pemerintah udah mutusin buat naikin fuel surcharge sampai 38%. Terus buat nutupin kenaikan biaya tersebut, pemerintah ngelakuin kebijakan dengan potong PPN tiket pesawat dan ngapus bea masuk spare part atau suku cadang pesawat, biar beban maskapai bisa lebih ringan.
"Bahan bakar itu ambil sekitar 40% dari total biaya airline. Artinya, dengan naikin 38%, berarti ada kenaikan 13% dari total biaya. Kalo ada kenaikan harga tiket 10-13%, itu wajar," katanya, Minggu (26/4/2026).
Bambang Haryo bilang langkah pemerintah buat potong PPN tiket dan ngilangin bea masuk suku cadang, bakal mampu ngimbangin kenaikan biaya avtur tersebut.
Baca juga: Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi, Tekan Lonjakan Tarif Akibat Harga Avtur