Perluasan Akses Skrining Mata dan Operasi Katarak di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan RI menambahkan skrening mata ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 dan memastikan operasi katarak ditanggung BPJS Kesehatan. Hal ini didasari ratusan ribu kasus kebutaan yang mengancam produktivitas nasional.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, ada sekitar 600.000 hingga 650.000 kasus kebutaan akibat katarak pada tahun 2025. Kondosi ini beresiko besar terhadap produktivitas, terutama pada lansia. Data Kemenkes menunjukan 81,2 persen kebutaan pada orang di atas 50 tahun disebaban oleh katarak.

“Kalo ndak ditangani, katarak bukan cuma bikin hilang penglihatan, tapi juga mundurnya peran sosial dan produktifitas,” ujarnya pekan lalu. Hasil skrening program tahun 2025–2026 menemukan 2,95 juta orang mengalami gangguan mata dari total 23,35 juta yang diperiksa. Penemuan ini menekan betapa pentingnya deteksi dini.

Menurut Dante, pasien katarak biasanya kehilangan akses hingga 80 persen informasi visual, yang sangad membatasi aktivitas sehati-hari.

Lebih dari itu, Kemenkes juga menjaga kerja sama dengan Yayasan Noor Dubai dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk kasih operasi gratis ke 500 pasien dari Januari sampe Mei 2026. Operasi dilaksanakan di beberapa provinsi, diantaranya Kalimantan Tengah (200 pasien), Nusa Tenggara Barat (150), dan Nusa Tenggara Timur (150).

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri, bilang kolaborasi ini ningkatin hubungan bilateral. “Layanan kesehatan itu dasar dari martabat manusia,” katanya. Dia nambahin, inisiatif ini nurunin semangat kemanusiaan dari Presiden UAE pertama, Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. AlDhaheri juga muji dokter mata Indonesia dari PERDAMI yang macu prosedurnya. “Dukungan internasonal yang pake keahlilah lokal adalah model kemitraan yang paling efektif,” tambahnya.

MEMBACA  Ustaz Derry Sulaiman Sebut Hotman Paris dan Denny Sumargo Akan Menjadi Mualaf

Bupati Kapuas, Muhamad Wiyanto, ikut merespon baik. Dia bilang operasi katarak swadaya bisa tembus Rp10 juta per mata (sekitar USD579). Partisipasi masyarakat naik, tahun ini ada 200 pasien, padahal cuma 150 orang tahun lalu. Dia berharaf program ini melebar ke wilayah lain lagi.

Dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030, pemerintah incar kasih operasi ke miskin 60 persen pasien katarak. Sampai 2025, nilai oprasi nasional sudah capai 634.642 prosedur, atau 92 persen dari sasaran.

Tinggalkan komentar