Meta Akan Danai Pembangkit Gas Alam untuk Pusat Data Terbesarnya

Meta, salah satu korporasi raksasa yang paling agresif dalam memajukan kecerdasan buatan, telah setuju untuk menanggung sendiri biaya energi pusat data terbaru dan terbesarnya di Louisiana Timur Laut, sebagaimana dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Pusat data yang sedang dibangun di Richland Parish, Louisiana ini diproyeksikan menelan biaya $27 miliar dan mengonsumsi daya hingga 5 gigawatt—cukup untuk memasok listrik bagi sekitar satu juta rumah. Dalam upaya menggambarkan skala proyek yang monumental—dan tanpa sadar terdengar seperti penjahat dalam film James Bond—CEO Meta Mark Zuckerberg mendeskripsikan pusat data tersebut sebagai “begitu luasnya sehingga akan meliputi bagian signifikan dari Manhattan.”

Mashable Light Speed

LIHAT JUGA:

Meta dan YouTube dinyatakan bersalah atas kelalaian dalam persidangan adiksi media sosial yang bersejarah

Namun, untuk memastikan warga Louisiana tidak menanggung biaya proyek ini melalui tagihan listrik yang melambung, Meta telah menandatangani perjanjian dengan Entergy Louisiana. Perjanjian ini mencakup pendanaan privat untuk infrastruktur energi baru di seluruh negara bagian, termasuk tujuh pembangkit listrik gas alam baru dengan total keluaran 5.200 megawatt, 240 mil jalur transmisi 500-kilovolt, dan tiga lokasi penyimpanan baterai baru untuk menampung kelebihan energi.

Kekhawatiran mengenai gangguan ekonomi akibat kecerdasan buatan, serta beban yang kian membesar bagi lingkungan dan jaringan energi lokal, telah melintasi batas-batas politik. Sebuah jajak pendapat terkini menemukan bahwa mayoritas pemilih terdaftar dari Partai Demokrat, Republik, dan independen mendukung regulasi yang lebih ketat untuk AI dan pusat data. Meski demikian, jajak pendapat yang sama juga mengungkapkan bahwa mayoritas di semua kelompok usia tetap menggunakan AI setidaknya sebulan sekali.

MEMBACA  Aku Suka Samsung Z Fold 7, Tapi Fitur Baru Google Pixel Ini Bisa Mengubah Pikiranku

Tinggalkan komentar