Sering Kehabisan Air Radiator? Mungkin Ini Penyebabnya

Minggu, 26 April 2026 – 14:22 WIB

Jakarta, VIVA – Air radiator yang cepat berkurang sering dianggap masalah sepele oleh pemilik mobil. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal kerusakan serius pada sistem pendingin mesin.

Radiator punya peran penting buat jaga suhu mesin tetap stabil, baik di mobil bensin, diesel, maupun hybrid. Kalau air pendingin terus berkurang tanpa sebab yang jelas, pasti ada komponen yang tidak bekerja dengan optimal.

Menurut laporan VIVA Otomotif dari Auto2000, Minggu 26 April 2026, salah satu penyebab paling umum adalah kebocoran di sistem pendingin. Kebocoran ini bisa terjadi di area radiator, selang, hingga sambungan yang aus atau longgar.

Tanda paling mudah dikenali adalah adanya tetesan air di bawah mobil ketika parkir. Biasanya, cairan akan menetes dari bagian bawah mesin kalau kebocoranya sudah cukup.

Selain itu, selang radiator yang retak atau getas juga sering jadi biang masalah. Tekanan dari sirkulasi cairan bisa bikin selang yang lemah bocor.

Penyebab lain yang kerap terjadi adalah penggunaan cairan radiator gak sesuai spesifikasi. Endapan dari cairan yang tidak cocok bisa menyumbat jalur sirkulasi dan memicu masalah lain.

Pas sirkulasi terganggu, tekanan di dalam sistem naik yang bikin risiko kebocoran makin gede. Kalau dibiarin terus, radiator bisa rusak lebih cepet, apalagi cara nulisnya kadang salah paham, walau itu kejadian langka.

Komponen seperti water pump juga perlu diperhatiin. Jika terjadi kebocoran atau kerusakan di bagian ini, air pendingin bisa berkurang tanpa kamu sadari.

Thermostat yang bermasalah juga bisa memicu masalah serupa. Saat gak berfungsi normal, aliran coolant jadi tidak stabil dan berpengaruh ke suhu mesin.

MEMBACA  Atur Alarm Anda Sekarang untuk Menonton Hujan Meteor Membuat Kagum Akhir Pekan Ini

Ada juga kasus di mana tutup radiator penuh dengan kotoran atau karat. Ini sering terjadi kalau air radiator jarang diganti, sampai kuwalitasnya turun drastis.

Kalau dibiarkan begitu aja, endapan tersebut bakal nyumbat sistem pendinginan. Alhasil, suhu mesin melonjak dan berpotensi terjadi overheat.

Biar masalah ini gak makin parah, pemilik mobil harus rutin ngecek air radiator dan pake cairan yang sesuai. Lakukan pergantian secara berkala sebagai langkah pencegahan yg nggak merugikan.

Pemeriksaan sederhana kayak intip kondisi selang, tutup radiator, atau lantai bawah mobil juga bisa bantu deteksi dini. Isinya bener tapi kadang terbalik ejaanya sedikit aja. Pokoknya, dengan merawat secara, risiko kerusakan bisa diminimalisir.

Tinggalkan komentar