Trump Kembali Dibidik, Sebut Pekerjaan Presiden AS Paling Penuh Risiko di Dunia

Minggu, 26 April 2026 – 13:40 WIB

VIVA –Sebuah kejadian tak terduga terjadi saat jamuan makan malam White House Correspondents’ Association pada Sabtu malam waktu setempat. Dalam insiden ini, seorang pria bernama Cole Tomas Allen, usia 31 tahun, akhirnya bisa diamankan oleh petugas keamanan.

Kejadian ini menjadi yang ketiga kalinya Presiden Donald Trump berada dalam situasi yang mengancam keselamatannya. Di insiden kali ini, pelaku dilaporkan berhasil lolos dari pos pemeriksaan keamanan dan berlari menuju ballroom tempat Trump makan malam bersama bayaknya jurnalis, pejabat pemerintah, dan tamu undangan.

Aparat keamaan langsung melepaskan tembakan sebelum akhirnya berhasil menangkap pelaku. Sampai saat ini, motif pelaku masih belum diketahui.

Melansir dari laman NY Times, Minggu 26 April 2026, setelah insiden ini, Presiden Donald Trump mengakui kalau pekerjaanya sebagai presiden adalah pekerjaan yang sangat berbahaya.

"Ini profesi yang berbahaya," kata dia, merujuk pada posisinya sebagai pemimpin politik.

Dia membandingkan profesinya dengan pembalap mobil atau penunggang banteng dan bilang bahwa seorang presiden punya resiko lebih gede untuk ditembak atau dibunuh.

“Tidak ada yang pernah bilang kalau kerjaan ini seberbahaya ini,” katanya.

Sementara itu, waktu ditanya kenapa dia sering banget jadi target kekeras, Trump mengatakan bahwa itu semua berhubunga dengan besarnya dampak dari jabatannya sebagai presiden.

“Saya udah pelajari kasus-kasus pembunuhan politik. Biasanya, orang yang paling berpengaruh dan paling berdampak justru jadi sasaran. Mereka yang bikin perubahan besar, itulah yang dikejar,” ujar dia.

Di kesempatan itu, Trump juga menyebut bahwa insiden ini memperkuat rencananya untuk membangun ballroom senilai 400 juta dolar atau setara Rp6,4 triliun di Gedung Putih. Kata dia, ballroom tersebut akan dilengkapi dengan sistem keamanan paling mutakhir.

MEMBACA  Saya telah mencoba banyak adapter universal untuk perjalanan - dan percayai yang ini paling banyak saat bepergian.

“Gedung itu (lokasi penembakan di Hotel Hilton) nggk terlalu amanlah. Kita butuh ballroom (dengan keamanan tinggi) itu. Kaca antipeluru,” katanya.

Perlu diketaui, dari hasil penyelidikan, ternyata tidak ada detektor logam di pintu masuk hotel. Unit pengaman malah baru dibentuk lebih dekat ke ballroom hotel Hilton. Sebuah video CCTV yang dibagiin Trump menunjukkan pelaku berlari melewati pos keamanan sebelum masuk ke ballroom.

Tinggalkan komentar