‘Kamu Merasa Teradikalisasi’: Eksekutif Meta Buru-Buru Selamatkan Pekerjaan Gen Z dari AI

Sekarang setiap pekerjaan adalah pekerjaan AI. Paling tidak itu yang Clara Shih pikirkan. Mantan eksekutif AI di Meta dan Salesforce ini udah liat masa depan pasar kerja, dan itu adalah tenaga kerja yang serba dibantu AI.

Shih udah kerja di bidang AI selama 20 tahun. Tapi titik baliknya terjadi musim gugur lalu waktu dia liat agen AI Meta bisa nyamain bahkan ngalahin beberapa karyawan terbaiknya dalam berbagai tugas.

"Di saat itu aku tau semuanya bakal beda," katanya ke Fortune. "Kamu merasa teradikalisasi waktu liat AI bekerja."

Di waktu yang hampir sama, Shih denger dari anak-anak teman dan keluarganya—beberapa lulusan Ivy League—tentang s*nya cari kerja. Makanya dia bikin New Work Foundation, organisasi non-profit, bareng merek Dear CC, yang tujuannya ngelatih Gen Z buat masa depan kerja yang dikuasai agen AI.

"Aku nyadar bahwa cara buat bantu orang ngikutin kecepatan AI adalah kasih mereka alat AI," kata Shih, yang sekarang udah bukan kepala bisnis AI di Meta tapi masih jadi penasihat di sana. "Karena kalo pake cara tradisional…itu gak cukup cepet buat ngimbangin perkembangan AI."

AI udah maju dengan kecepatan tinggi, berubah dari alat seru buat nulis email atau bikin meme kucing jadi alat canggih yang sekarang ngancam mau gusuran banyak pekerja kantoran.

Akibat perkembangan cepat itu, anak Gen Z sekarang bingeung. Ancaman PHK terkait AI ditambah lambatnya lowongan entry-level bikin banyak orang pikirin ulang pilihan karier. Menurut laporan ZipRecruiter, banyak yang cari alternatif selain tangga karier korporat,包括 jadi wirausaha, kerja lepas, atau sekolah kejuruan. Tapi, Shih percaya ada jalan buat lulusan baru.

MEMBACA  Jumlah Deportasi dari Jerman Naik Seperlima

"Kalo lo mau dapet kerjaan dan mau pertahanin kerjaan lo, lo harus belajar pake agen AI dengan bener," katanya.

Gimana GenZ bisa pake AI biar dapet kerja, naik jabatan, dan jaga masa depan kariernya*

Perasaan itu senada dengan yang udah terjadi di kantor. Survei dari Writer nemuin bahwa karyawan yang aktif pake AI di tugas sehari-hari lebih mungkin dapet promosi atau kenaikan gaji dibanding yang nolak ngadopsi teknologi.

Buat bantu Gen Z berkembang persiapan tenaga kerja di era AI, New Work Foundation baru aja ngelearin beberapa alat. Salah satunya Field Report, yang kasihliat pegiat kerja tentang kondisi jalur karier favorit mereka.

Misalnya kalo data karir bidang hukum pesan data ada: di AS ada 31.500 lowongan, meski persaingan rendah, risiko diganti AI juga tinggi.

Yayasan ini jg punya agen AI namanya JobClaw buat bantu nyari lowongan sesuai keinginan bedasrkan punya keheman and minat, tanpa perlu daftar pekerjaan (riwayat/pengaharapan. Com…). Mesti isi dapat 5 soal singtent tentang siapa lo – seksek2i lo lebih pastikan sama jji imp??? tapi tapi fahk ks dh cb yha tutup/ jhsh nwbh maamb nyukupin .. g hab..ma." Mmmt satu lah.*

Dan begitu a jika, seri pok bag car km m I

Tinggalkan komentar