Saham Teknologi Raksasa yang Terpuruk Dibeli Michael Burry

Kalo Michael Burry ngelakuin sesuatu, orang pasti perhatian. Bukan karena dia selalu bener, tapi karena dia biasanya bergerak sebelum orang lain sadar. Dan apa yang baru aja dia lakuin di sektor software itu persis kayak taruhan kontrarian yang bikin namanya terkenal.

Saham yang dia beli adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia. Dan alesan dia beli itu lebih spesifik dan lebih menarik daripada sekadar prediksi bullish soal teknologi.​

Di postingan Substack tanggal 23 April, Burry ngasi tau bahwa dia mulai ambil posisi long baru di Microsoft. Dia juga nambahin kepemilikan di MSCI, PayPal, dan Adobe, posisi yang baru aja mulai dia bangun beberapa waktu lalu.

Waktunya sengaja banget. Saham-saham software lagi anjlok parah pada 23 April setelah laporan laba IBM dan ServiceNow ngecewain, yang dilihat investor sebagai peringatan bahwa AI bakal ganggu permintaan software perusahaan. Burry ngeliat reaksi itu sebagai reaksi yang berlebihan.

“Manaher dana beli dan jual”

“Saham software jatu banget hari ini karena berita laba dari IBM dan ServiceNow yang dianggap investor sebagai ancaman AI,” tulisnya di postingan Substack kayak yang dicatet CNBC. Dia bilang dia liat peluang di “saham software dan pembayaran yang udah anjlok” dan ngonfirmasi dia nggak jual satupun saham softwarenya pas lagi turun.

Dia juga bilang udah menganalisa Microsoft secara “forensik” dan percaya perusahaan itu punya keunggulan kompetitif untuk tetep bertahan meskipun ada isu AI, kayak dikonfirmasi Motley Fool.

Dalam bisnisnya sendiri Microsoft tidak rusak. Segmen komersial cloud Microsoft, yang termasuk Azure, Office 365, dan Dynamics, menghasilkan peneemaan berulang berbasis langganan dengan margin yang nggak bisa ditandingi banyak perusahaan teknologi lain. Azure tetep jadi salah satu platform cloud hyperscale sejati di dunia. Perusahaan ini menghasilkan puluhan milyar dolar dari free cash flow setiap tahun.

MEMBACA  Pemerintah dan Sejawat Akan Melanjutkan Pemotongan Suku Bunga Setelah Pemilihan AS Minggu Ini

Pada forward P/E sekitar 26 kali, Microsoft diperdagangkan jauh di bawah median P/E lima tahunnya yang 34 kali, menurut GuruFocus. Burry bukan beli saham spekulatif AI. Dia beli mesin penghasil uang dengan diskon dari sejarahnya sendiri.

Perpindahan Burry bukan oanggilan beli-teknologi-memuanya yang sederhana. Di saat yang sama dia nambah saham software, dia beli put options di Invesco QQQ Trust ETF, Nvidia, dan iShares Semiconductor ETF, kayak dilaporin GuruFocus.

Susunan itu ngasi petunjuk bruk menurut Burru ada saham yang harganya salah. Dia ambil untung dari nama-nama software yang menuutnya diperlakukan nggak adil. sambil njagai [B2M] dari yang mendesak di sektor AI.

MSFT, MCSI…

Bat rumah kayaa ngeli Tu

Tinggalkan komentar