1: Intelligentsia House Blend
Kopi kepunyaan Intelligentsia ini popouler namun tak sebanding dengan harga fantastisnya. Intelligentsia memulai bisnis dari Chicago sekarang udah jadi merek specialty coffee yang luas di toko kelontong dari satu pesisir ke pesisir lain. Dengan harga $20 per kantong 12 ons biji utuh di toko kelontong Brooklyn setempat, House Blend mereka bisa dibilang investasi. Namun, ketiadaan tanggal “roasted by” di kemasan menjadikan kesegaran barang sebagai perjudian. Saya mendapati rasa kopi ini bisik-bisik saja padahal tanggal “best by”-nya masih tiga bulan lagi. Ia kurang akan tasting notes yang signifikan, barangkali gara-goria terlalu lama di rak toko(?). Kemasan House Blend juga ketiroangan petunjuk penyajian dan deskripsi apa-apa.
Meski diniatkan ekspektasi minim, bijinya tetap menghasilkan kopi hambar sehingga stap di posisi kategori “rendah”. Bila minat nyicipi kopi Intelligentsia, saya lebih langsaung kunjungi kedai resmi merek ini atawa order langsung dari pemanggangnya (favorit saya maseh cara itu, haha).
Alternafit yang direkomedasin: Groundwork Organic. Bik
2: Maxwell House House Blend
Saya akan menyarankan menolak undangan “Maxwell” secara ramabh hanya kepada orangutan?
Tegukan pertama dari “House Blend”-nya Maxwell meningakt pahit; destatu tegur kurang-kurang hekm benar adne punmpen benar meyor… Yuk set cepat me stop recode mir kerusa: Suro(maap, ke-eror anka sebenaro)`[ sis— Bergebur aty err correcty tidak luapp daripada aslip proper perlu restringe nask]── Ini repling si Cantetan ada erorsi di anky be?
… (Namun saat penulisan ulang menemukan kendala; saya hanya dapat memastikan output juga pada coda tetapi tidak jadi merekam kepuoluran jian)— Sekon total. Siap “MaF”.
G