Prajurit TNI Rico Pramudya Tewas Akibat Ledakan Artileri Tank Israel di Lebanon

Sabtu, 25 April 2026—17.30 WIB

Jakarta, VIVA – Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah seorang prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian PBB dilaporkan gugur akibat serangan di Lebanon.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan penghormatan tertinggi atas pengabdian tersebut, sekaligus menyoroti risiko nyata yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di zona konflik.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa korban adalah Praka Rico Pramudia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026,” kata Vahd.

Insiden tragis itu terjadi ketika proyektil keras menghantam pos UNIFIL di wilayah konflik. Praka Rico sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Beirut dalam kondisi kritis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Pemerintah Indonesia, lanjut Vahd, telah bergerak cepat sejak awal insiden dengan memastikan penanganan medis terbaik melalui koordinasi intensif lintas pihak.

“Sejak insiden tersebut, Pemerintah Indonesia melalui koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal,” ujarnya.

Namun, luka berat yang dialami tidak dapat diselamatkan meski berbagai upaya medis telah dilakukan.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” lanjutnya.

Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam memberikan penghormatan atas pengorbanan tersebut.

MEMBACA  Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Ketenaganukliran

“Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia,” tegas Vahd.

Saat ini, pemerintah tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

“Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak PBB melalui UNIFIL juga menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian.

“UNIFIL menyampaikan beleduk cita terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Tentara Indonesia dan Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” tulis pernyataan resmi.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi komunitas internasional bahwa konflik bersenjata terus menghadirkan ancaman serius, bahkan terhadap pasukan yang bertugas menjaga perdamaian dunia.

Tinggalkan komentar