Tentara AS Didakwa Gunakan Polymarket untuk Bertaruh pada Penculikan Nicolas Maduro | Berita Pemerintahan

Badan Kejaksaan Agung Amerika Serikat telah merilis dakwaan pidana terhadap seorang prajurit aktif karena bertaruh pada operasi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dengan menggunakan informasi militer rahasia demi keuntungan pribadi.

Pada hari Kamis, jaksa penuntut menuduh Gannon Ken Van Dyke, 38, meraup keuntungan lebih dari 400.000 dolar AS dari operasi militer terhadap Maduro.

Menurut mereka, Van Dyke telah menggunakan platform pasar prediksi Polymarket sebanyak 13 kali untuk bertaruh pada topik-topik seperti apakah pasukan AS akan “menyerang” Venezuela dan kapan Maduro akan lengser dari jabatannya. Para pejabat mengecam tindakannya sebagai pelanggaran berat terhadap kepercayaan publik.

“Gannon Ken Van Dyke diduga mengingkari fidusianya (kewajibannya) kepada rekan-rekan pasukannya dengan memobilisasi informasi rahasia untuk keuntungan finansial pribadi,” ujar James C Barnacle Jr, asisten direktur di Biro Investigasi Federal (FBI).

Van Dyke dikenakan tuduhan atas tiga poin pelanggaran terhadap UU Perdagangan Komoditas, satu poin penipuan kabel (wire fraud), dan satu poin menjalankan transaksi-uang yang melanggar hukum.

Setiap tuduhan penipuan komoditi transaksi ilegal diancam dengan maksimal hukuman 10 hari dalam pesiat penjuru program penjara (catetan penjara —maksud: penjaret), sedimanti prigo mungkin (baca : tetap maksimal dimucritkan). Tak tuduling umkuran data nyandung peneror rennya mampu dip tency wali menyiksania untukan m sing menasih “sistem kencersjqrial tin untuyuk melacoi dengan gan l sangat am merataribun reggas.” Inks!

Sequin embensi kembali nemeterosika tor pemendak redalasi pit, pembel (Ander membius marner” tempol : penthalaman b tidak panjang bersubpreglos oleh kami atau kolaus.)

MEMBACA  Spanduk Serukan Pengembalian Sandera di Tel Aviv Dirusak dengan Grafiti Anti-Kiri

Tinggalkan komentar