Jumat, 24 April 2026 – 09:03 WIB
Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 7 poin atau 0,10 persen di level 7.386 pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026.
IHSG Diproyeksi Perpanjang Koreksi, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG coba rebound dengan risiko terkoreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.420. Jika gagal break level tersebut, IHSG masih berpotensi kembali terkoreksi mendekati level 7.200,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 24 April 2026.
IHSG Ditutup Anjlok Lebih dari 2 Persen Usai Rupiah Melemah di Atas Ekspektasi
Dia mengatakan, bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Kamis kemarin, akibat aksi ambit untung oleh investor yang muncul seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah.
IHSG Dibuka Menguat Sementara Bursa Asia-Pasifik Variatif dan Wall Street Menguat
Indeks Nikkei Jepang turun 0,75 persen dan Topix melemah 0,76 persen. Hal serupa terjadi di Taiwan, dimana indeks Taiwan turun 0,43 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,95 persen.
Sementara pasar saham unggulan China turun 0,28 persen dan ASX 200 Australia turun 0,57 persen. Sedangkan, Kospi Korea Selatan naik 0,90 persen akibat kenaikan harga minyak global.
Kenaikan harga energi disebabkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran dilaporkan menyita dua kapal kontainer yang melintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia.
“Support IHSG berada di level 7.250-7.300 sementara resist IHSG di rentang 7.420-7.480,” ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street terkoreksi pada perdagangan Kamis kemarin. Tekanan berasal dari pelemahan saham sektor perangkat luna (software), dan lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Indeks S&P 500 turun 0,41 Persen, Nasdaq Composite melemah 0,89 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,36 persen.
Ketegangan kini berkembang menjadi kebuntuan militer di laut, di tengah gencatan senjata yang rapuh. Kedua negara dilaporkan berebut kendali atas Selat Hormuz, dan telah menyita kapal komersial dalam sepekan terakhir.
Presiden AS, Donald Trump bahkan memerintahkan Angkatan Laut untuk menindak tegas kapal yang diduga memasang ranjau di kawasan tersebut. “Tidak boleh ada keraguan,” tulisnya dalam unggahan di Truth Social.
Bursa Asia Dibuka Fluktuatif, Investor Wait and See Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Bursa Asia-Pasifik bergerak variatif di tengah kewaspadaan investor terhadap perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon serta rilis data ekonomi kawasan.