Indonesia Dorong Code of Conduct Laut China Selatan Tahun Ini

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengungkapkan harapan agar Code of Conduct (CoC) untuk Laut China Selatan bisa selesai dan ditandatangi tahun ini, supaya tidak ada lagi penundaan dalam negosiasi.

"Kita berharap CoC bisa ditandatangani tahun ini. Kita akan cari cara untuk mencegah penundaan lebih lanjut," ujarnya dalam wawancara singkat di Jakarta pada Kamis.

Pada Maret lalu, Dubes China untuk ASEAN, Wang Qing, bilang China punya kemauan politik yang kuat untuk menyelesaikan CoC tahun ini.

Menurut dia, komitmen itu juga ditegaskan kembali oleh Menlu China, Wang Yi, setelah pertemuan politik tahunan China yang dikenal sebagai "Dua Sidang."

Wang mengatakan CoC akan menjadi dasar untuk menyelesaai sengketa maritim dan menciptakan narasi baru Laut China Selatan sebagai kawasan perdamaian dan kerja sama.

"Sekarang kami ingin bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk membuat Laut China Selatan menjadi laut perdamaian dan kerjasama," katanya.

Pada pertemuan retreat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) bulan Januari, para menteri luar negeri Asia Tenggara setuju untuk finalisasi CoC Laut China Selatan tahun ini.

Meereka juga menyambut kemajuan negosiasi yang terus berlangsung melibatkan beberapa negara, termasuk China, Vietnam, dan Filipina.

Walau Declaration on the Conduct of Parties (DoC) sudah ditandatangani di Phnom Penh, Kamboja, pada November 2002, negosiasi untuk Code of Conduct (CoC) yang lebih formal baru mendapat momentum lebih dari satu dekade kemudian.

Berbeda dengan DoC yang tidak mengikat, CoC diperuntukan sebagai kerangka kerja yang mengikat secara hukum untuk mengelola perilaku, mengurangi kesalahan perhitungan, dan mencegah eskalasi melalui pengendalian diri dan kerja sama maritim praktis, termasuk pencarian dan penyelamatan serta perlindungan lingkungan.

MEMBACA  Pembuat sabuk pengaman dan airbag ini adalah 'cerita tempat aman pertumbuhan', kata UBS dalam peningkatan

Tinggalkan komentar