FGD bertajuk Akselerasi Transisi Kendaraan Listrik pada Layanan Pengiriman Barang Perkotaan pertemukan pelaku industri logistik dan layanan on-demand bersama produsen motor listrik dan asosiasi industri terkait. Foto/Dok
JAKARTA — Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di sektor logistik perkotaan. Didukung oleh ViriyaENB, ITDP menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Akselerasi Transisi Kendaraan Listrik pada Layanan Pengiriman Barang Perkotaan.
Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri logistik dan layanan on-demand seperti Grab, Gojek, JNE, J&T, SiCepat, Asperindo dan ALDEI, bersama produsen sepeda motor listrik dan asosiasi industri terkait. Sektor logistik perkotaan yang didominasi sepeda motor untuk pengiriman last-mile—lebih dari 60%—dinilai punya posisi strategis sebagai penggerak awal adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
_
Analisis ITDP Indonesia menunjukan bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya kepemilikan (TCO) hingga Rp395 per kilometer dan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 25%. Bahkan dengan memperhitungan bauran listrik yang masih berbasis baru bara.
“Percepatan elektrifikasi logistik perkotaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Melaui forum ini, kami mendorong dialog yang lebih terarah agar solusi yang dihasilkan gak cuma relevan, namun juga bisa diimplementasikan,” jelas Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggom Sitanggang.