Kasus Kuota Haji: KPK Periksa Khalid Basalamah Hari Ini

Kamis, 23 April 2026 – 11:50 WIB

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour, Khalid Zeed Abdullah Basalamah, hari ini Kamis (23/4/2026).

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan terhadap Khalid Basalamah berkaitan dengan kasus korupsi kuota haji.

“Dalam lanjutan penyidikan kuota haji, benar hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan saudara KB, salah satu pihak PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus),” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK.

Budi menjelaskan, pemeriksaan terhadap biro travel atau PIHK ini dibutuhkan penyidik untuk mendalami lebih lanjut proses jual beli atau pengisian kuota ibadah haji.

Lebih lanjut, Budi meyakini Khalid Basalamah akan menghadiri pemeriksaan penyidik KPK. “Kami meyakini tentu saksi akan kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik dan nantinya memberikan keterangan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, KPK menyatakan uang yang disita dari Khalid Basalamah dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024 bukan merupakan suap.

Jumlah uang yang diserahkan ke KPK adalah sebesar US$568 ribu (sekitar Rp9,4 miliar), yang berkaitan dengan penjualan kuota haji khusus tambahan di PT Muhibbah melalui petingginya, Ibnu Mas’ud.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, “Jadi itu sebetulnya bukan suap, karena inisiatifnya dari oknum Kemenag. ‘Kamu kalau mau berangkat tahun ini, bayar dong uang percepatannya.’ Itu sudah termasuk pemerasan,” katanya pada 18 September 2025.

Uang itu disita sebagai bukti adanya jual beli kuota haji khusus. Asep juga mengungkapkan ada oknum Kemenag yang membujuk Khalid Basalamah untuk beralih dari haji furoda ke kuota haji khusus.

MEMBACA  Naik 42% pada tahun 2024, Saham Kecerdasan Buatan (AI) Ini Bisa Mendapatkan Dorongan Besar di Bulan Juli

“Ada oknum dari Kementerian Agama yang menyampaikan bahwa, ‘ustaz, pakai kuota haji khusus saja, ini resmi’,” kata Asep Guntur Rahayu.

Tinggalkan komentar