Kamis, 23 April 2026 – 07:50 WIB
Jakarta, VIVA – Sorotan pada kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry alias SAM makin meluas. Bukan cuma proses hukumnya yang jadi perhatian, tapi juga dampak psikologis para korban yang mulai terbuka ke publik.
Pelapor utama, Habib Mahdi Alatas, mengatakan luka yang dialami korban lebih dalam dari yang kelihatan. Mayoritas korban adalah santri laki-laki, termasuk yang masih di bawah umur, dan mengalami trauma berat sampai kehilangan kepercayaan pada figur agama.
Mahdi ceritakan susahnya membangun kembali kepercayaan para korban. Dia akui dapat penolakan keras saat pertama kali mendekati mereka.
“Dia bilang, ‘Anda Ustaz? Saya nggak respek sama Anda. Udah nggak usah bahas apa pun’. Kita yakinkan bukan satu dua jam, lima jam saya yakinkan sampai tengah malam baru dia mau cerita,” kata Mahdi Alatas pada media, dikutip dari Youtube Reyben Entertainment, Kamis 23 April 2026.
Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi pada korban lain di Bogor. Reaksi emosional yang ditunjukkan jadi gambaran betapa besar tekanan batin yang mereka alami.
“Dia histeris lihat saya. Bahkan dia bilang, ‘Saya sudah nggak percaya sama Ustaz. Saya sampai berpikir untuk murtad!'” beber pengasuh ponpes itu.
Menurut Mahdi, dugaan tindakan asusila ini sering dilakukan dengan manfaatkan relasi kuasa dan kepercayaan. Modus seperti “cek fisik” dipakai untuk mendekati korban, yang akhirnya merusak mental mereka.
Kasus ini juga nggak cuma menimpa anak di bawah umur. Mahdi ungkap ada korban dewasa yang alami perlakuan serupa. Salah satunya pria 24 tahun yang awalnya mau minta restu nikah, tapi malah alami tindakan merendahkan.
Situasi ini buat Mahdi makin mantap untuk awasi kasus ini sampai tuntas. Dia nilai para korban butuh perlindungan dan keberanian dari pihak luar untuk hadapi sosok yang punya pengaruh besar.
“Saya tidak kenal sama si korban siapa, tapi tanggung jawab moral saya sebagai manusia terhadap anak bangsa, saya harus bela. Enggak mungkin korban yang usianya 15 tahun itu menghadapi orang sehebat dia,” kata Mahdi.