Indonesia dan Yunani Teliti Kerja Sama Tenaga Kerja Migran

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Yunani telah memulai pembicaraan untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan, dengan fokus memfasilitasi penempatan pekerja migran Indonesia di Yunani.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menekankan potensi pekerja Indonesia dalam pertemuan dengan Duta Besar Yunani Dimitrios Michalopoulos di Jakarta pada Senin, menurut siaran pers yang dikutip pada Selasa.

Dia mencatat bahwa peluang kerja sangat terbuka bagi pekerja Indonesia di Yunani, mengacu pada kebutuhan negara tersebut akan tenaga kerja di sektor-sektor kunci, khususnya industri hospitaliti.

Aryani juga meminta dukungan Yunani untuk memajukan negosiasi kemitraan antar pemerintah mengenai penempatan pekerja migran melalui nota kesepahaman.

“Kami juga telah meminta duta besar untuk menyampaikan agenda ini kepada para pemangku kepentingan terkait di Yunani,” ujarnya.

Dia menggambarkan pertemuan di Jakarta sebagai langkah nyata dalam diplomasi ketenagakerjaan Indonesia untuk memperluas akses peluang kerja global bagi pekerja Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan jalan yang jelas dan legal bagi pekerja Indonesia untuk meniti karir profesional di luar negeri,” tambahnya.

Kementerian P2MI, katanya, tetap berkomitmen memastikan perlindungan maksimal bagi calon pekerja migran dan bahwa semua peluang kerja di luar negeri diawasi dengan baik untuk mencegah praktik perekrutan yang tidak aman dan tidak teratur.

Pertemuan dengan Duta Besar Michalopoulos tersebut menyusul kunjungan Aryani ke Athena pada November lalu, di mana dia bertemu dengan Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani Sevi Voloudaki serta perwakilan agen perekrutan.

Dalam pernyataan setelah kunjungannya, dia mengatakan diskusi di Athena berlangsung “sangat positif,” yang menyoroti minat Yunani untuk mengeksplorasi kerja sama bilateral tentang penempatan pekerja migran.

MEMBACA  Pemimpin Danantara Tidak Merasa Khawatir Tentang Fluktuasi IHSG, Ini Alasannya

Dia menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk segera memulai pembicaraan lanjutan guna merancang persyaratan kerja sama awal, mendiskusikan kebutuhan, dan memperbaiki mekanisme pencocokan pekerjaan.

Berita terkait: KP2MI promosikan pekerja migran Indonesia terampil ke Yunani

Berita terkait: Indonesia akan kirim 500.000 pekerja terampil ke luar negeri di 2026

Penerjemah: Yoanita Hastryka, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar