Mengapa Bulan Zulkaidah Disucikan dari Perbuatan Zalim? Inilah Penjelasannya

loading…

Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari menganiaya diri sendiri adalah jangan sampai melakukan maksiat. Karena dosa maksiat yang dilakukan di bulan haram (salah satunya bulan Zulkaidah) lebih besar dibanding di bulan lainnya. Foto ilustrasi/ist

Mengapa di bulan Zulkaidah, umat Muslim dilarang untuk menganiaya diri sendiri? Salah satu keutamaan bulan Zulkaidah adalah karena Allah sangat memuliakan bulan ini, sehingga kita dilarang berbuat maksiat.

Zulkaidah adalah bulan ke-11 dalam kalender Islam, setelah bulan Syawal. Secara bahasa, Zulkaidah (ذو القعدة) terdiri dari dua kata: “Dzul” yang artinya ‘yang memiliki’ dan “Al-Qa’dah” yang artinya ‘tempat duduk’.

Bulan ini disebut Zulkaidah karena kebiasaan masyarakat Arab duduk (tidak bepergian) di daerahnya dan tidak melakukan peperangan atau perjalanan. Mereka beristirahat dari berperang untuk menyambut bulan Haji, yaitu Zulhijjah. Bulan ini juga disebut pintu gerbang menuju bulan Haji.

Di bulan Zulkaidah juga diharamkan untuk menganiaya diri sendiri. Ini adalah bulan tenang atau bulan santai bagi masyarakat Arab zaman dulu. Mereka memuliakan dan menghormati bulan ini dengan berdiam diri di rumah. Keutamaan Zulkaidah adalah Allah sangat memuliakannya, sehingga kita dilarang berbuat maksiat.

Baca juga: Keutamaan Zulkaidah: Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji

Berikut firman Allah dalam Al-Qur’an:

[ذو القعدة]: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan disisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang empat itu.” (QS At-Taubah: 36)

MEMBACA  "Istana Merestui Spin Off, UUS BTN Siap Beroperasi sebagai Bank Umum Syariah"

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) bersabda: “Satu tahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dilarang Berbuat Aniaya

Dalam ayat di atas, Allah berfirman yang artinya: “…Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang empat itu.” Para ulama menjelaskan bahwa maksud menganiaya diri sendiri adalah jangan sampai melakukan maksiat. Sebab, kemaksiatan yang dilakukan di bulan haram dosanya lebih besar dibanding di bulan lain.

Misalnya, melakukan maksiat seperti berbohong di bulan Zulkaidah dosanya lebih besar daripada jika dilakukan di bulan Syawal. Sebaliknya, jika seseorang melakukan kebaikan di bulan ini, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, atau puasa, maka pahalanya akan dilipatgandakan dibanding bulan lainnya.

Ibnu ‘Abbas berkata: “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci. Melakukan maksiat pada bulan-bulan itu dosanya lebih besar, dan amal saleh yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang lebih banyak.” (Lathoif Al-Ma’arif, 207)

Baca juga: Dalil Hadis Tentang Anjuran Puasa Sunnah di Bulan Zulkaidah

(wid)

Tinggalkan komentar