Trump Kirim Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk Pembicaraan Kedua dengan Iran

Senin, 20 April 2026 – 01:14 WIB

VIVA – Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi Amerika Serikat untuk pembicaraan dengan Iran di Pakistan, kata seorang pejabat Gedung Putih. Hal ini dikatakan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa Vance tidak akan melakukan perjalanan tersebut.

Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, akan menghadiri pembicaraan tersebut, menurut pejabat Gedung Putih kepada AFP. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim saat ditanya tentang susunan delegasi setelah komentar Trump.

Trump sebelumnya mengatakan kepada ABC News bahwa Vance tidak akan pergi karena kekhawatiran keamanan mengenai sifat perjalanan yang mendadak. "Itu hanya karena masalah keamanan," kata Trump menurut laporan itu.

Sebelumnya, ABC News melaporkan—mengutip Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz—bahwa Vance akan memimpin delegasi Amerika ke Islamabad untuk pembicaraan dengan Iran.

Trump dalam unggahannya di Truth Social mengatakan bahwa perwakilan AS akan berada di Islamabad, Pakistan pada Senin malam untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Dia sekali lagi mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan jika tidak tercapai kesepakatan.

"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya. Karena jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran," katanya dalam unggahan tersebut. "TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI! Mereka akan turun dengan cepat dan mudah. Jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN itu, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang seharusnya, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran oleh presiden-presiden lain selama 47 tahun terakhir. SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN BERAKHIR!"

MEMBACA  Lalu Lintas PBB di New York Begitu Macet, Emmanuel Macron Sampai Tak Bisa Menyeberang Jalan Saat Telepon dengan Donald Trump

Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan baru-baru ini dengan AS telah menunjukkan kemajuan. Sementara Trump menyebutkan adanya "percakapan yang sangat baik" dengan Teheran. Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran diperkirakan akan terus berlanjut. Pembicaraan maraton sepanjang akhir pekan dilaporkan gagal menghasilkan kesepakatan. Para pejabat mempertimbangkan kemungkinan diadakannya putaran negosiasi kedua sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April 2026.

Artikel Terkait:

  • Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik-Jembatan Milik Iran Jika Tolak Kesepakatan!
  • Perwira Senior Iran: Mitos Pesawat Tempur Siluman AS Telah Berakhir
  • Presiden Iran: Siapa Trump Bisa Cabut Hak Nuklir Iran?

    Iran Tetap Siaga Tempur di Tengah Negosiasi dengan AS
    Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan angkatan bersenjata Iran tetap dalam posisi siap tempur penuh di tengah negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

    VIVA.co.id | 20 April 2026

Tinggalkan komentar