Bimbim Slank Mengenang Bayaran Manggung di Awal Karier Tahun 90-an, Nilainya Fantastis untuk Masa Itu!

Minggu, 19 April 2026 – 21:35 WIB

Jakarta, VIVA – Bimbim Slank mengenang momen pertama kali grupnya manggung di Kota Malang tahun 1990. Honor Rp5 juta yang diterima Slank waktu itu disebut nominal yang fantastis buat masa itu, dan jadi pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanan karier mereka.

Buat Slank, Malang bukan cuma kota tempat konser, tapi juga salah satu barometer penting dalam perjalanan musik mereka. Scroll untuk info lebih lanjut…

Kenangan ini diceritain Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim saat jumpa pers jelang konser Hey Slank X HS di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026).

“Waktu itu dibayar Rp5 juta, di Pulosari, menginap di Hotel Pelangi. Malang selalu punya sesuatu yang bikin excited kalau ke sini. Aku ajak keluarga, sudah ke Jatim Park, sudah petik apel juga di Batu,” cerita Bimbim, seperti dikutip dari siaran pers.

Vokalis Slank, Kaka, juga bilang kalo sejak awal karier, Malang udah disebut sebagai kota penting buat musisi yang mau berkembang. “Dulu, waktu Slank keluarin album pertama (tahun 1990) ada musisi senior bilang, ‘lu harus main di Malang! Kalau lu di Malang sukses, future-nya akan bagus’!” ujarnya.

Bassis Slank, Ivanka, nambahkan kalo Malang juga jadi salah satu basis kuat Slankers di Jatim. Dia bahkan punya kedekatan personal sama kota itu. “Saya juga dulu sempat kuliah di sini, nggak lulus, orang tua lahirnya di Malang. Malang sangat istimewa,” kata Ivan.

Konser Hey Slank X HS di Lapangan Rampal jadi obat rindu buat para Slankers. Soalnya, terakhir kali Slank tampil di Malang tahun 2017. Tur ini jadi yang keenam setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung.

MEMBACA  Sejarah Tercipta Meski Tanpa Piala, Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi Mental Baja Timnas Futsal Indonesia

Direktur Sales & Marketing HS, Falah Adha, bilang Malang punya posisi penting dalam pertumbuhan industri rokok di Indonesia, khususnya di Jatim. “Berdasarkan survei dari lembaga internasional, terutama Jawa Timur dan Malang, produk kami masuk dalam 10 besar pertumbuhan tertinggi, dari ratusan ribu merek,” ungkap Falah.

Dia optimis, hasil survei itu buka peluang besar untuk pertumbuhan bisnis di wilayah tersebut. “Saya pikir ini hal yang baik. Balik lagi, semua itu tergantung pilihan dan selera konsumen,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar