Program Makan Gratis Layani 62 Juta Orang dan Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja

Palu (ANTARA) – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 61,93 juta orang serta membuka lapangan kerja bagi 1,18 juta pekerja di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pada Januari 2025, dilaporkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Berbicara di Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu, Direktur Manajemen Pemenuhan Gizi BGN, Sitti Aidha Adha, menyatakan angka tersebut tercapai berkat pembangunan 26.663 dapur MBG di seluruh tanah air, yang secara resmi dikenal sebagai unit layanan pemenuhan gizi (SPPG).

“Hingga 17 April 2026, total penerima MBG di Sulawesi Tengah telah mencapai 524.789 orang,” tambahnya, sambil menegaskan dukungan dari 10.460 pekerja yang mengoperasikan 225 SPPG di provinsi ini.

Adha menekankan bahwa 28 persen dapur MBG di Sulawesi Tengah telah tersertifikasi higiene dan sanitasi (SLHS). Para personilnya juga mendapat pelatihan dan pendampingan dari dinas kesehatan setempat guna memastikan standar mutu dan keamanan pangan.

Selain SLHS, semua SPPG di tanah air juga diwajibkan memiliki sertifikat aspek halal dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), ujarnya.

Dalam hal akuntabilitas anggaran, ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan menyalurkan hingga Rp1 miliar (sekitar 58 ribu dolar AS) ke setiap SPPG tiap bulan. Penyaluran dilakukan melalui rekening virtual di bank-bank BUMN agar pemantauan bisa efektif.

Ia lalu mendorong pemerintah daerah untuk mendukung MBG dengan meningkatkan produksi pangan lokal serta memberdayakan petani, usaha kecil, dan koperasi. Hal ini demi memaksimalkan manfaat ekonomi masyarakat dari program prioritas nasional ini.

Di luar pertimbangan ekonomi, Adha menegaskan program ini utamanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan asupan gizi bagi anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.

MEMBACA  Distro Linux Ini Akan Membantu Anda Berpamitan dari Windows untuk Selamanya

Inisiatif ini juga bertujuan mempromosikan gaya hidup sehat berbasis diet seimbang sejak usia dini, imbuhnya.

Lebih lanjut, pejabat ini meyakinkan warga bahwa perbaikan dan tindakan korektif akan terus dilakukan agar program mencapai hasil yang optimal.

“Dengan dukungan komprehensif dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat luas, kami optimis program ini akan berkelanjutan dan memberi manfaat lebih besar,” pungkasnya.

Berita terkait: Menteri desak SPPG utamakan gizi dalam program makan gratis

Berita terkait: BGN akan operasikan 900 dapur makanan gratis di daerah terpencil

Berita terkait: Program makanan gratis ingin ubah pola pikir masyarakat tentang gizi: BGN

Penerjemah: Nur Amalia, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar