loading…
Mobil listrik buatan Hyundai. FOTO/ HMC
NEW YORK – Pasar kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat sedang mengalami pergeseran signifikan. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sekarang mulai memengaruhi keputusan konsumen.
Menurut laporan Autoblog, penjualan mobil listrik Hyundai naik sekitar 40% antara bulan Februari dan Maret 2026. Ini terjadi setelah periode pejualan yang cukup lambat sebelumnya.
Sebelum lonjakan ini, penjualan EV di AS sempat dilaporkan turun hampir 27% pada kuartal pertama 2026 dibanding tahun lalu, menurut perkiraan Cox Automotive. Beberapa faktor penyebab utamanya adalah pengurangan kredit pajak untuk EV serta kebijakan pemerintah yang kurang mendukung transisi ke listrik.
Hal-hal tersebut menyebabkan momentum pasar EV melambat, padahal sebelumnya bertumbuh pesat selama beberapa tahun.
Situasi mulai berbalik ketika konflik geopolitik melibatkan Iran memicu kenaikan harga minyak dunia. Melonjaknya biaya BBM ini kemudian mengubah kebiasaan beli masyarakat, di mana mobil listrik kembali dilihat sebagai pilihan yang lebih hemat untuk jangka pendek.
CEO Hyundai, José Muñoz, menegaskan bahwa peningkatan penjualan mereka sangat terkait dengan faktor-faktor ini.