Jakarta (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menekankan bahwa layanan dari petugas kepada jamaah haji harus mengutamakan perlindungan dan inklusivitas, khususnya bagi kelompok rentan.
Pernyataan itu disampaikannya saat melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi 1447 H/2026 di seluruh Indonesia.
Yusuf mengatakan, titik embarkasi adalah tempat pertama dimana kehadiran negara dirasakan jamaah, sehingga layanan dari petugas harus optimal.
“Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus jadi fokus utama, bukan tambahan,” ujarnya dalam keterangan pada Sabtu.
Ia juga menekankan pentingnya integritas para petugas, mengingatkan untuk tidak mengkhianati kepercayaan jamaah.
“Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang atau praktik diskriminatif. Petugas haji harus menjadi teladan kejujuran dan integritas,” katanya.
Mengenai skema murur dan tanazul, menteri menyebut itu bagian dari upaya perlindungan dan kemudahan bagi jamaah, dengan kebutuhan data yang akurat dan komunikasi yang jelas.
Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola dam yang baik, yang harus dilaksanakan secara akuntabel dan transparan. Jika dilakukan di Arab Saudi, prosesnya harus melalui Adahi Project sebagai mekanisme resmi.
Secara teknis, dia menginstruksikan seluruh PPIH embarkasi memastikan kesiapan berdasarkan data akurat, mencakup dokumen, pre-manifest, penempatan jamaah, layanan kesehatan, serta pembagian kebutuhan jamaah secara tertib.
Dalam sambutannya, Yusuf menyatakan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tapi penguatan tanggung jawab yang harus dijalani dengan ikhlas.
“Pelantikan ini menegaskan amanat untuk memberikan bimbingan, layanan, dan perlindungan nyata bagi jamaah sejak mereka berangkat,” ujarnya.
Dia juga mengajak seluruh tim PPIH embarkasi, baik yang hadir langsung maupun daring, untuk bekerja sebagai satu kesatuan.
Gelombang pertama petugas PPIH 2026, khususnya yang ditugaskan di area kerja Bandara dan Madinah, telah berangkat ke Arab Saudi pada 17–18 April 2026.
Sementara itu, petugas yang ditugaskan di area kerja Makkah dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026, untuk mempersiapkan layanan bagi jamaah yang akan mulai datang sejak 22 April 2026.
Petugas PPIH bertugas melayani jamaah selama kurang lebih 70 hari, dengan puncak haji diperkirakan pada 25–26 Mei 2026.
Petugas yang berangkat telah melapor di asrama haji dan akan langsung ke Makkah untuk mempersiapkan kegiatan operasional.
Berita terkait: MPR minta pemerintah pastikan kelancaran haji 2026 di tengah kenaikan biaya penerbangan
Berita terkait: Wakil menteri dorong sukses historis layanan haji 2026
Penerjemah: Mecca Yumna Ning Prisie, Katriana
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026