Kunjungan AS dan Rusia Cerminkan Politik Bebas Aktif Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Kebijakan luar negeri "bebas dan aktif" Indonesia memungkinkan negara ini menjaga kerja sama intensif dengan berbagai negara, kata Kementerian Luar Negeri pada Kamis, seiring kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang berjalan paralel dengan agenda pejabat tinggi lainnya.

Kebijakan ini memungkinkan Jakarta menjalin hubungan dengan banyak mitra secara bersamaan, jelas Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang. Ia mencatat, kunjungan Prabowo ke Rusia dan Prancis bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat.

"Kunjungan presiden mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjaga dialog terbuka dengan semua mitra strategis," kata Mewengkang kepada wartawan di Jakarta setelah briefing media.

Ia menambahkan, kunjungan-kunjungan ini menunjukkan kemampuan Indonesia menjaga jalur komunikasi terbuka dengan semua pihak di tengah situasi geopolitik yang dinamis. Negara kita diterima oleh semua negara kapan saja, ujarnya.

"Ini menunjukan bahwa kita bisa diterima oleh siapapun, kapanpun," tambahnya, seraya menekankan pendekatan ini tidak boleh dilihat sebagai Indonesia "bermain dua kaki."

Pada Senin (13 April), Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan bilateral. Mereka sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi.

Usai pembicaraan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev mengenai pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.

Sementara itu, di hari yang sama, Menhan Sjafrie bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon untuk membahas penguatan kerja sama pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat meningkatkan hubungan pertahanan menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) sebagai kerangka untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

MEMBACA  Selamat! Putra Ketiga Ahok dan Puput Lahir, Inilah Makna Namanya

Berita terkait: Ketua MPR tegaskan RI tidak memihak dalam konflik AS-Iran

Berita terkait: Pengorbanan Indonesia di Lebanon dan paradoks penjaga perdamaian

Penerjemah: Nabil Ihsan, Kuntum Khaira

Editor: M Razi Rahman

Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar