Strategi Diplomasi Kopi Indonesia di Uzbekistan, Tanah Kelahiran Imam Bukhari

Kamis, 16 April 2026 – 22:46 WIB

Jakarta, VIVA – Kopi sudah lama jadi simbol diplomasi dan alat yang digunakan untuk memperkuat hubungan, baik antar dua negara maupun banyak negara.

Kopi juga menciptakan wadah yang memungkinkan negara-negara membangun hubungan lewat budaya dan ekonomi, menciptakan kesamaan, dan mengurangi ketegangan.

Jadi, kopi nggak cuma alat untuk mempererat hubungan, tapi juga bagian penting dari ‘soft power’ dalam hubungan internasional. Nah, Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, juga memanfaatkannya dalam hubungan diplomatik.

Kopi Gayo dari Aceh dan Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan, sering diperkenalkan dalam pertemuan internasional untuk mengenalkan produk lokal sekaligus promosi keragaman budaya. Kali ini, diplomasi kopi Indonesia menarget Uzbekistan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, meresmikan Espresso 7oz Cafe pada 15 April 2026, di kawasan strategis Tashkent City. Varian kopi Toraja jadi salah satu andalan yang dikenalkan ke negara asal Imam Bukhari itu.

"Pembukaan kafe ini sekaligus menunjukkan hubungan bilateral kedua negara yang makin erat, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya, Kamis, 16 April 2026.

Direktur Espresso 7oz Cafe, Dilafruz Khusainova bilang, kopi Indonesia dipilih karena punya rasa yang kuat dan sudah diakui secara global.

"Kopi adalah bahasa universal yang bisa diterima semua orang," katanya. Lewat Espresso 7oz Cafe, interaksi masyarakat kedua negara diharapkan bisa makin meningkat. Kafe ini juga diharapkan jadi ruang pertemuan budaya yang memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.

MEMBACA  Indonesia mendesak tindakan kolektif melawan tantangan global

Tinggalkan komentar