Wisatawan Mancanegara Berkunjung ke Desa Papua Menyaksikan Budaya Lokal

Sentani, Papua (ANTARA) – Tujuh puluh turis asing dari berbagai negara mengunjungi Desa Yobeh di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu untuk melihat atraksi budaya lokal, kata para pejabat.

Koordinator tur, Simson Nicky Muhue, mengatakan para pengunjung pertama kali singgah di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura sebelum berangkat ke desa tersebut.

“Sebelum menuju Desa Yobeh, para turis telah mengunjungi Museum Loka Budaya yang berlokasi di dalam kompleks Universitas Cenderawasih,” ujar Muhue di Sentani.

Selama kunjungannya, para turis berkeliling desa dengan perahu dan menyaksikan warga mengolah sagu dengan cara tradisional, yang memberikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari setempat.

Muhue menyatakan kunjungan ini diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal sekaligus membantu mendongkrak sektor pariwisata Papua.

“Kami berharap kedatangan turis, khususnya ke Desa Yobeh, dapat menambah penghasilan masyarakat dan merangsang pengembangan pariwisata,” katanya.

Dia menambahkan bahwa sekitar 200 turis asing tiba di Papua dengan menumpang kapal pesiar SH Minerva, yang berangkat dari Australia dan bersandar di Pelabuhan Jayapura pada hari Rabu.

Rencana perjalanan kelompok ini mencakup kunjungan budaya dan edukasi yang bertujuan memperkenalkan tradisi dan lingkungan alam Papua kepada pelancong internasional.

Otoritas lokal dan penyelenggara pariwisata semakin gencar mempromosikan kunjungan semacam ini untuk menonjolkan budaya adat dan mendorong praktik pariwisata berkelanjutan.

Seorang turis asal Australia, Jane Wilson, mengaku senang bisa kembali ke Papua dalam perjalanan kali ini.

“Ini bukan pertama kalinya saya di Papua. Saya senang bisa kembali lagi. Papua sangat menarik, khususnya budayanya,” ujarnya.

Penyelenggara tur mengatakan kunjungan internasional yang berkelanjutan dapat membantu memperkuat posisi Papua sebagai destinasi khusus untuk pariwisata budaya di Indonesia.

MEMBACA  Jessica Wongso, terpidana pembunuhan kopi es, dibebaskan dengan syarat menjalani masa percobaan

Mereka menambahkan bahwa menjaga keaslian dan melibatkan masyarakat tetap menjadi kunci untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi penduduk lokal.

Pihak berwenang menyatakan akan terus mendukung inisiatif pariwisata serupa sembari memastikan tradisi dan lingkungan lokal terjaga.

Berita terkait: Hiloi: Simbol tradisi dan identitas suku Sentani

Berita terkait: Mengembangkan pengamatan burung sebagai pariwisata prioritas Jayapura

Penerjemah: Ardiles L, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar