Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki fiscal buffer yang memadai untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.
Usai pertemuan di Washington, DC, pada hari Selasa, Purbaya menjelaskan bahwa ketidakpastian global kemungkinan akan terus berlanjut akibat ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.
IMF mengakui bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global, namun tengah mempersiapkan dukungan keuangan bagi negara-negara yang membutuhkan bantuan.
"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih memiliki cadangan yang signifikan sebesar Rp420 triliun," ujar Purbaya dalam keterangan pada hari Rabu.
Menteri itu mencatat bahwa cadangan ini setara dengan sekitar US$24,48 miliar berdasarkan kurs saat ini, yang dapat menjadi bantalan yang signifikan terhadap guncangan eksternal.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa IMF memberikan perhatian penuh pada kemampuan Indonesia untuk bertahan di tengah iklim ekonomi global saat ini.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan manuver strategis dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu.
Dampak dari pergeseran kebijakan ini sudah mulai terlihat dalam perekonomian saat ini melalui stabilitas yang membaik.
Pergeseran strategis ini juga memberdayakan Indonesia untuk lebih baik dalam merespons tekanan internasional, termasuk lonjakan harga minyak global.
"Georgieva terlihat senang dengan situasi di Indonesia," tambah menteri tersebut mengenai diskusinya dengan pimpinan IMF itu.
Meskipun IMF belum merumuskan kebijakan spesifik untuk meringankan tekanan global, Purbaya mengatakan lembaga itu akan mengumumkan negara-negara yang telah mempertahankan kinerja baik.
Dalam konteks ini, ia optimis bahwa keraguan terhadap kebijakan fiskal Indonesia telah mereda di kalangan pengamat internasional.
Selain bertemu dengan IMF, Purbaya juga mengadakan pertemuan strategis dengan pejabat Bank Dunia dan perwakilan dari agensi pemeringkat internasional.
Baik Bank Dunia maupun agensi pemeringkat global seperti S&P Global Ratings telah mendukung strategi fiskal nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Dia menambahkan bahwa Bank Dunia menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam pembangunan jangka panjang dan pengentasan kemiskinan.
Organisasi itu juga ingin bermitra dalam pendanaan proyek-proyek strategis di berbagai negara berkembang.
Berita terkait: Menteri Keuangan yakin Indonesia bisa lawan pemotongan proyeksi pertumbuhan Bank Dunia
Berita terkait: Pemerintah RI akan lakukan pemotongan anggaran untuk antisipasi risiko Timur Tengah
Penerjemah: Imamatul Silfia, Yashinta Difa
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026