Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memastikan bahwa label Nutri-level atau informasi nilai gizi akan diterapkan pada produk minuman di tahap awal, sebelum secara bertahap diperluas ke kategori produk lainnya.
“Berdasarkan data uji publik dan pengamatan kami, asupan gula dan lemak berlebih sebagian besar berasal dari minuman manis,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di sini pada Selasa.
Karena jumlah bisnis pangan di Indonesia yang sangat banyak, sekitar 1,7 juta, kebijakan ini diperkenalkan secara bertahap, ujar Ikrar.
Selama masa transisi, lembaga itu juga akan mempromosikan kebijakan tersebut dengan memberikan tanda “pangan sehat” sebagai penghargaan bagi pelaku usaha yang mematuhi peraturan, yang akan menarik lebih banyak pelanggan untuk membeli produk mereka.
Insentif lain bagi usaha yang patuh termasuk proses perizinan yang lebih cepat, tambahnya.
Ikrar menambahkan bahwa kebijakan Nutri-level didasarkan pada Undang-Undang Kesehatan nomor 17 tahun 2023, yang bertujuan melindungi masyarakat dari penyakit tidak menular mematikan seperti stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal melalui edukasi publik.
“Dan penyebab ini dapat dicegah jika gula, garam, dan lemak dikonsumsi dalam batas yang dianjurkan. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa 73 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 70 persen.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa saat ini, Nutri-level lebih bersifat edukatif daripada wajib. Ada masa transisi selama satu hingga dua tahun, katanya.
Kementerian Kesehatan dan BPOM akan memantau pelaksanaannya sesuai kewenangan masing-masing, dengan pihak Sadikin mengawasi kepatuhan di restoran besar dan jaringan restoran besar.
Sistem Nutri-level terdiri dari empat kategori. A berwarna hijau tua untuk kadar gula, garam, dan lemak yang sesuai; B hijau muda; C kuning; dan D merah untuk kadar komponen tersebut yang tinggi.
Berita terkait: Nutri-level dorong pembangunan RI dimulai dari kesehatan pemuda: menteri
Berita terkait: Indonesia luncurkan kebijakan nutri-level untuk promosikan hidup sehat
Berita terkait: Indonesia menjadi negara berkembang pertama dengan status WHO WLA
Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026