Indonesia Lakukan Negosiasi Pembelian Minyak Mentah dan LPG dari Rusia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia saat pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia pada Selasa.

“Kami sudah mencapai hasil yang cukup bagus, sehingga kita bisa menambah cadangan minyak mentah. Selain itu, kita juga akan bisa mendapatkan LPG,” ujar Bahlil dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Rusia menyatakan kesiapannya untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, termasuk melalui pasokan minyak, gas alam, dan juga penyimpanan.

Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari beberapa perusahaan energi Rusia, seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Bahlil menekankan bahwa kolaborasi ini dijalankan melalui skema government-to-government (G2G) dan business-to-business (B2B). Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan kepastian atas ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.

Bahlil juga menyatakan Indonesia terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan Rusia, termasuk dalam pengembangan fasilitas penyimpanan minyak mentah, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, eksplorasi nuklir, serta kerjasama di sektor mineral.

"Kami ingin semua ini benar-benar memberikan kepastian untuk ketahanan energi nasional," katanya.

Bahlil menilai hasil pertemuan ini memberikan sinyal positif untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak pasti.

Dia percaya kemitraan dengan Rusia bisa menjadi pilihan penting, mengingat kapasitas produksi energi negara itu yang besar dan pengalamannya di industri minyak dan gas.

Di tengah gejolak pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik dan fluktuasi produksi, pemerintah berupaya keras mencari sumber alternatif.

Rusia dianggap memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi yang andal dan mitra potensial untuk kerjasama jangka panjang.

MEMBACA  Peran TNI dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi dari Dampak Perang Menurut Boni Hargens

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Rusia menyatakan kesiapannya membantu Indonesia memperkuat ketahanan energi.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi, khususnya dalam pasokan minyak dan gas, penyimpanan, serta kelistrikan, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir,” ujar Sergey Tsivilev.

Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan menjaga kepentingan serta pertumbuhan ekonomi.

Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di panggung global.

Berita terkait: Pertamina akan ikuti arahan pemerintah soal impor minyak Rusia

Berita terkait: Strategi Indonesia di Rusia: Mengamankan energi di masa tidak pasti

Penerjemah: Putu Indah Savitri, Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar