loading…
PM Spanyol Pedro Sanchez (kiri) kunjungi China untuk memperkuat hubungan perdagangan di tengah ketegangan Spanyol dengan AS. Foto/via China Daily
BEIJING – Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez memulai kunjungan tiga harinya ke China hari ini (13/4/2026). Tujuannya untuk memperkuat hubungan dagang dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Langkah pemimpin dari negara NATO ini terjadi saat hubungannya dengan Amerika Serikat sedang tegang.
Ini adalah kunjungan keempat Sanchez ke China dalam empat tahun terakhir. Dia berusaha menjadikan Spanyol sebagai penghubung utama antara China dan Uni Eropa yang punya 27 anggota.
Baca Juga: Negara NATO Ini Tutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat AS yang Bombardir Iran
Spanyol sudah bersitegang dengan AS dibawah kepimpinan Presiden Donald Trump. Kebijakan luar negeri Trump yang tidak bisa ditebak dan tarif yang dikenakannya telah menyebabkan kekhawatiran di antara sekutu-sekutu Eropa di NATO.
Para pemimpin dari Inggris, Kanada, dan Jerman baru-baru ini juga berkunjung ke Beijing. Trump sendiri rencananya akan melakukan perjalanan kesana pada bulan Mei depan.
Bulan lalu, Trump mengancam akan mengurangi perdagangan dengan Spanyol. Itu terjadi setelah negara itu menolak penggunaan pangkalan militernya untuk serangan AS ke Iran, yang merupakan mitra ekonomi penting bagi Beijing.
Sumber dari pemerintah Spanyol menyebutkan, tujuan utama kunjungan PM Sanchez ini adalah untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, terutama untuk produk-produk pertanian dan industri, serta mengeksplorasi kemungkinan usaha patungan di sektor teknologi.
Sanchez juga diharapkan bisa menarik investor-investor baru bagi ekonomi terbesar keempat di zona euro selama kunjungan ini, serta mendapatkan akses ke bahan baku penting dari China.