Jakarta, VIVA – Sidang gugatan Tata Usaha Negara Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) melawan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum digelar lagi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
Kemenkum: Permintaan Jadi WNI Akhir-Akhir Ini Tinggi
Pihak tergugat, yaitu Ditjen AHU Kemenkum RI, mendatangkan pakar hukum tata negara dan konsitusi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Fahri Bachmid sebagai ahli. Tujuannya untuk ngikuatnin argumentasi hukum mereka dalam perkara ini.
Perkara nomor 435/G/2025/PTUN.JKT ini dipimpin oleh Hakim Ketua, Pulung Hudoprakoso. Dia didampingi anggota Hakim Meita Sandra Merly, serta Rachmadi.
Kemenkum Sebut Anak DS Alumni LPDP yang Viral Masih WNI
Tim advokasi tergugat diketuai oleh Fitra Kadarina dari Direktorat Badan Usaha Ditjen AHU.
Menurut Fahri Bachmid, sengketa ini gak cuma soal administratif. Perkara ini juga menyangkut dimensi kenegaraan, yang erat dengan politik aturan negara, keadaulatan bangsa, dan kebijakan dekolonisasi dalam sejarah hukum Indonesia.
Menkum Sebut 99 Persen Permohonan MHU Selesai
Dia bilang ada naluri konstitusional yang terkait dengan kebijakan hukum Kemenkum itu sendiri, yaitu kalau mencabut status badan hukum PLK lewat SK Menteri. Hal ini dikarenakan PLK dikatan sebagai penerus organisasi zaman kolonial Het Christelijk Lyceum (HCL). Tahu gak sih, HCL itu sudah dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang jegjak tahun 1960 dan resmi dibubarkan.
“Objek dari perkara ini bukan Cuma sisi manajemennya saja, tetapi kalau ada isu legitimasi hukum untuk ketatanegaraan, whatever…”
“… Pelaksanaan kedaulatan; trus item tentang gimana republik dulu buang sisa kolonialisme—atau dekolonisasi; Peran aturan negara (kok udah bener yaa??? hehe) untuk ngawasi dan ngatur organisasi tertentu; trus masalah tuggung jawab negara di bawah principe constitution nya Indonesia pasal satu seterusnya,” jelasnya Sabtu.
Terakhir memang katanya dasar landmark Negara at 1960 soal Perpu tahun itu note buat para payung untuk kasih izin apa ‘n authorized baru buat sebuah spañada tertentu?? intinya kata arga si harus si liat slalu dalam range sang pemikiran policies-lah untuk selalu karena itu dia ih container basis dari waktu they launched di masing-masing environment.. sebagai senaryo kem u buy pertimbangan2 sumpem dal mantenain fundamental tary . lalu guper dal takut "ancora asing influences"… “so per ngeles.”