Segalanya tentang Perundingan Iran-AS yang Berakhir Tanpa Kesepakatan

Senin, 13 April 2026 – 07:56 WIB

Perundingan damai antara AS dan Iran berakhir di dini hari Minggu tanpa ada kesepakatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi saat gencatan senjata dua minggu ini berakhir pada 22 April.

Saat pembicaraan di Islamabad, Pakistan, berakhir, kedua pihak saling tuduh menyalahkan atas kegagalan tersebut. Ini menunjukkan betapa dalamnya perbedaan pendapat mereka setelah perang 40 hari yang tidak jelas hasilnya.

Belum ada kepastian apakah negosiasi akan dilanjutkan. Para negosiator sudah kembali ke negara masing-masing untuk mempertimbangkan langkah selanjutny. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran.

Pandangan Berbeda tentang Cara Mengakhiri Perang

Ketika AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari, mereka berjanji akan menghancurkan program nuklir dan rudal Iran, serta menghentikan dukungannya pada kelompok bersenjata proksi di kawasan.

AS telah mengajukan rencana 15 poin yang diduga berisi tuntutan serupa. Meski belum dirilis, pejabat Pakistan mengatakan pada Associated Press bahwa proposal AS juga meminta dibukanya kembali Selat Hormuz. Selat ini adalah jalur air strategis tempat seperlima minyak dunia mengalir.

Penutupan selat oleh Iran sebelumnya menyebabkan harga minyak melonjak dan pasar global terguncang.

Iran membalas dengan rencana 10 poinnya sendiri. Proposal mereka menuntut kontrol atas Selat Hormuz, penghentian perang, dan diakhirinya serangan terhadap kelompok proksinya seperti Hizbullah di Lebanon. Iran juga meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Kebuntuan di Islamabad

Kedua belah pihak tampaknya tidak banyak bergeser dari posisi awal selama pembicaraan tatap muka yang berlangsung lebih dari 21 jam itu.

Wakil Presiden JD Vance, pimpinan delegasi AS, menyatakan Iran gagal memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

MEMBACA  Kamera keamanan Reolink yang bertenaga baterai dapat merekam selama beberapa hari tanpa biaya langganan

"Mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," kata Vance. "Kita perlu komitmen yang jelas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir atau cara-cara untuk mencapainya dengan cepat."

Iran lama membantah ingin memiliki senjata nuklir, tetapi bersikukuh pada hak program nuklir sipilnya, termasuk pengayaan uranium—sebuah langkah kunci menuju senjata nuklir.

Halaman Selanjutnya

Para ahli mengatakan cadangan uranium Iran yang sudah diperkaya saat ini hanya tinggal selangkah teknis lagi untuk mencapai tingkat yang dibutuhkan senjata nuklir.

Tinggalkan komentar