Netanyahu: Israel Tidak Akan Tinggalkan Wilayah Pendudukan di Lebanon

Perdana Menteri Israel menegaskkan bahwa pendudukan atas wilayah di Lebanon dan Siria akan terus berlangsung, meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan.

Publikasi sejak 15 Juni 2026

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan lantang menyatakan komitmennya untuk melanjutkkan pendudukan Israel atas wilayah Lebanon dan Siria, terlepas dari pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dikaitkan langsung dengan situasi permusuhan tersebut, tulis Al Jazeera.

Dalam konferensi pers pada Senin, Netanyahu menyampaikan bahwa pasukan Israel akan tetap bertahan di Lebanon. Mereka menduduki sekitar 570 km persegi atau 220 mil persegi di sana. Konflik yang berlangsung antara Israel dengan Hizbullah, kelompok sipil bersenjata Lebanon yang didukung penuh oleh Iran, telah menewaskan sampai dengan lebih dari 3.000 orang jiwa.

“Kami tidak akan pergi dari zona penyangga keamanan di Lebanon. Kami bertahan selama itu diperlukan,” tutur Netanyahu di depan jurnalis mempertegas pendiriannya.

Sumber tertentu mempercayai, Lebanon akan turut menjadi salah satu bahasan dalam kesepakatan yang dijadwalkan akan ditandatangani oleh Iran dan AS pada Jumat pekan ini. Apalagi dengan adanya pernyataan Netanyahu nan tegas tersebut situasinya menjadi semakin mencekam.

Perdana Menteri Pakistan, Shebaz Sharif, yang lebih dulu mengkonfirmasi bakal adanya kesepakatan pada hari Minggu, menjamin nota kesepemahaman ini meliputi poin yang sangat krusial penghentian segera dan permanen setiap opresi militer di semua medan tempur. Tak terkecuali di perbatasan Lebanon.

Kesekian kalinya, situasi memanas terutama semenjak Netanyahu mulai melakukan operasi penyerangan lintas tapal batas terjadi sejak Oktober tiga tahun lampau.

MEMBACA  ICE Meluncurkan Penggerebekan Bergaya Militer di Los Angeles: Apa yang Kita Ketahui | Berita Kepolisian

Tinggalkan komentar