Minggu, 12 April 2026 – 09:40 WIB
Jakarta, VIVA – Momen haru menyelimuti kehidupan Denada saat akhirnya membuka rahasia besar yang tersimpan rapat selama puluhan tahun. Dalam sebuah acara di program FYP, ia bercerita bagaimana dirinya mengungkapkan kebenaran kepada putrinya, Aisha Aurum, tentang keberadaan kakak kandungnya, Ressa Rizky Rosano.
Melalu 24 tahun, Denada tidak mengakui Ressa sebagai anaknya. Keputusan itu kini ia sesali, hingga akhirnya memberanikan diri untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Langkah pertama yang ia pikirkan bukan soal publik, tapi bagaimana menyampaikan kenyataan itu kepada Aisha dengan cara yang tepat. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Akhirnya tahu, dari aku, langsung aku ceritain,” kata Denada, mengutip tayangan Youtube, Minggu 12 April 2026.
Ia menekankan tidak ingin kesalahan yang sama terulang, terutama dalam hal keterbukaan kepada anaknya sendiri. “Aku enggak mau kesalahan yang pernah aku lakukan ini terulang lagi, jadi Aisha harus tahu langsung dari mulutku,” lanjutnya.
Keseriusan Denada terlihat dari keputusannya melibatkan psikolog dalam proses tersebut. Ia ingin memastikan kondisi mental Aisha tetap terjaga saat menerima kabar yang tidak sederhana itu. Pendekatan ini berhasil, karena Aisha disebut bisa menerima kenyataan dengan baik.
“Alhamdulillah (Aisha menerima),” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Denada langsung mengambil langkah lanjutan untuk mempertemukan kedua anaknya. Ia menghubungi Ressa dan mengajaknya ke Singapura, tempat Aisha tinggal bersama sang ibu. “Aku bilang ke Ressa, ‘Nang, ayo ke Singapura supaya bisa ketemu adiknya’. Ressa juga bilang ‘ayo ibu, mau’,” bebernya.
Kisah keluarga ini sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah Ressa mengajukan gugatan perdata terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Dalam gugatannya, Ressa menuntut pengakuan sebagai anak kandung sekaligus minta ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran selama puluhan tahun.
Namun situasi mulai berubah pada Februari 2026, saat Denada akhirnya secara terbuka mengakui Ressa sebagai darah dagingnya. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengasuh Ressa sejak bayi dipengaruhi kondisi mentalnya waktu itu yang belum stabil. Selain itu, ia ungkap bahwa ayah biologis Ressa adalah sosok dari masa lalunya yang tidak bertanggung jawab.
Kini, konflik hukum yang sempat memanas dikabarkan mulai mereda. Gugatan perdata yang diajukan Ressa disebut-sebut sedang dalam proses untuk dicabut, membuka peluang rekonsiliasi keluarga yang lebih utuh.