Bea Cukai dan Polda Sumut berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar 30 kilogram dari Malaysia di perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan. Foto/istimewa
JAKARTA – Bea Cukai dan Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar 30 kilogram dari Malaysia di perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin, 18 Mei 2026. Penindakan ini dilakukan dalam Joint Operation Gugus Tugas Operasi Jaring Sriwijaya 2026.
Tim gabungan terdiri dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau, Bea Cukai Teluk Nibung, dan Tim Khusus Ditresnarkoba Polda Sumut.
“Bea Cukai dan Timsus Ditresnarkoba Polda Sumut melaksanakan joint operation menggunakan kapal patroli BC 1508 milik Bea Cukai Teluk Nibung pada 17 Mei 2026. Kemudian, pada 18 Mei 2026, tim gabungan mendeteksi aktivitas mencurigakan dari sebuah sampan yang diduga berasal dari Malaysia dengan satu orang di dalamnya,” ungkap Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, Kamis (28/5/2026).
Setelah menghentikan dan memeriksa sampan tersebut, tim gabungan menemukan 30 bungkus teh merek Guan Yin Wang yang diduga berisi metamfetamina atau sabu dengan total berat sekitar 30.000 gram. Pengujian menggunakan alat uji narkotika Rigaku menunjukan hasil positif sabu.
Tim gabungan juga mengamankan satu unit sampan nelayan (kalok) tanpa nama berwarna silver yang dipakai untuk mengangkut sabu, serta satu orang tersangka berinisial TH alias Wak No (54), warga Kecamatan Telub Nibung, Kota Tanjung Balai. Sekarang, TH sedang menjalani proses hukum lebih lanjut oleh Ditresnarkoba Polda Sumut, karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
Syarif mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan jaringan penyelundupan lintas negara ini menunjukan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi peredaran narkotika yang semakin kompleks.