Indonesia Jamin Pasokan Nafta di Tengah Gangguan Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah mengamankan pasokan nafta dari India, Afrika, dan Amerika Serikat untuk mengurangi gangguan akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, konfirmasi seorang pejabat pada Kamis.

“Kami sudah amankan pasokan dari Afrika, India, dan Amerika Serikat. Prosesnya sedang berjalan,” kata Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di hari Kamis.

Dia menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan mengambil langkah-langkah tindak lanjut untuk memastikan ketersediaan nafta, sebuah bahan baku kunci untuk produksi plastik.

Di luar stabilisasi pasokan jangka pendek, pemerintah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada nafta.

Ini termasuk mendiversifikasi bahan baku ke alternatif yang lebih berkelanjutan seperti rumput laut dan singkong.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi rumput laut sebagai substitusi potensial untuk kantong plastik, meskipun biaya produksinya masih tinggi karena jangkauan pasar yang terbatas.

Untuk mengatasinya, Abdurrahman menyebut pemerintah bekerja sama dengan pelaku UMKM yang memproduksi kantong plastik berbahan rumput laut untuk memperluas kapasitas skala industri dan menurunkan biaya.

Harga produk plastik domestik telah melonjak 30 hingga 80 persen di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meskipun gencatan senjata baru saja tercapai antara Washington dan Tehran.

Konflik tersebut telah menyebabkan blokade di Selat Hormuz, mengganggu pengiriman komoditas termasuk nafta dan mendorong kenaikan harga minyak mentah global.

Menurut Independent Commodity Intelligence Services (ICIS), Arab Saudi dan Oman termasuk pemasok nafta terbesar, menyediakan masing-masing 3,6 juta ton dan 2,7 juta ton per tahun. Hampir 4 juta ton nafta dikirim melalui Selat Hormuz ke Asia setiap bulannya.

Berita terkait: Indonesia targetkan motor listrik domestik, motor bahan bakar untuk ekspor

MEMBACA  Serangan Darat Pertama di Venezuela, Trump Klaim AS Hancurkan Fasilitas Utama

Berita terkait: Prabowo rencanakan pusat pengolahan untuk bahan bakar penerbangan berbahan hayati

Penerjemah: Shofi Ayudiana, Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar