Ketersediaan Pangan Nasional Terjamin di Tengah Gejolak Global dan El Nino

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan pangan nasional aman, bahkan surplus, meskipun ada gejolak global dan potensi kekeringan akibat El Nino.

“Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, ketersediaan komoditas pangan strategis nasional dalam kondisi surplus dan relatif aman,” kata Amran dalam rapat dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa.

Ia mengakui bahwa dinamika geopolitik saat ini dan perubahan iklim merupakan faktor utama yang mempengaruhi produksi dan distribusi pangan—sehingga perlu langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan nasional.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah memastikan neraca pangan nasional tetap terjaga dengan baik, mampu dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah mencatat surplus signifikan untuk beberapa komoditas pangan utama, termasuk beras (16,39 juta ton) dan jagung (4,3 juta ton) hingga Mei 2026.

Surplus juga tercatat di komoditas lain, seperti gula konsumsi (632.000 ton), daging ayam (837.000 ton), dan telur ayam (423.000 ton).

Selain itu, pemerintah menjamin ketersediaan cadangan pangan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog), yang saat ini memegang stok 4,6 juta ton beras sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.

Dari segi harga, harga pangan relatif terkendali selama bulan puasa Ramadan. Meski beberapa komoditas sempat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), harganya tetap dalam batas wajar.

Inflasi pangan juga menunjukkan tren penurunan positif, dari 2,5 persen menjadi 1,58 persen pada Maret 2026—mengindikasikan stabilitas harga yang membaik.

Untuk menjaga stabilitas pangan, menurut Amran, Bapanas mengambil langkah strategis termasuk pembentukan satgas pangan dan distribusi beras serta jagung dalam program Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP).

MEMBACA  NYT 'Connections' petunjuk dan jawaban untuk 13 Februari: Tips untuk memecahkan 'Connections' #247.

Langkah penting lainnya mencakup penyaluran bantuan pangan ke 33,2 juta keluarga penerima, pelaksanaan gerakan pangan murah secara masif, fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke defisit, serta penguatan pemantauan harga melalui panel harga pangan nasional.

Berita terkait: Bantuan beras dan minyak goreng wujud kehadiran pemerintah: Bapanas

Berita terkait: Indonesia dorong protein ikan untuk perkuat ketahanan pangan

Berita terkait: Bapanas sebut cuaca dan kendala tenaga kerja picu kenaikan harga cabai

Penerjemah: Muhammad Harianto, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar