Pemerintah Renovasi 2.000 Rumah Cegah Penularan Tuberkulosis

Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan merenovasi 2.000 rumah untuk memperbaiki ventilasi dan membantu mencegah tuberkulosis (TBC), kata Kementerian Kesehatan pada Senin, memperluas kerjasama lintas sektor untuk menangani penyakit ini.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyatakan kasus TBC paling banyak terjadi di rumah tangga berpenghasilan rendah yang tercatat dalam Desil 1–4 database sosial ekonomi nasional (DTSEN), yang mencakup penerima bantuan sosial.

Dia mengatakan kondisi perumahan yang tidak memadai memerlukan perhatian mendesak, karena ventilasi yang buruk memungkinkan bakteri TBC bertahan di dalam ruangan untuk waktu yang lama.

“Bakteri tuberkulosis bisa mati setelah 15 hingga 30 menit terkena sinar matahari. Tapi di rumah dengan ventilasi buruk yang kekurangan sinar matahari dan aliran udara, bakteri dapat bertahan berbulan-bulan,” ujarnya di Jakarta.

Kementerian berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Permukiman untuk menyelesaikan aspek teknis program renovasi ini, termasuk kriteria seperti kepemilikan rumah bukan status sewa.

Pada 2026, program akan menargetkan 2.000 rumah, memprioritaskan rumah tangga termiskin, khususnya mereka di Desil 1 dan 2.

“Kami memprioritaskan yang paling membutuhkan. Jika ini terbukti efektif, kami akan usulkan perluasan program ke 10.000 rumah tahun depan,” kata Octavianus.

Inisiatif ini akan dilaksanakan bertahap, dengan dukungan dana dari Kementerian Perumahan dan Permukiman.

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan data sekitar 3.000 rumah sebagai calon penerima manfaat dan juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menyelaraskan program bantuan.

Octavianus menekankan bahwa penanganan TBC memerlukan upaya terkoordinasi lintas sektor, karena penyakit ini erat kaitannya dengan kemiskinan dan kondisi hidup yang tidak layak.

Dia menambahkan bahwa kementeriannya telah mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi rumah sakit daerah dan puskesmas.

MEMBACA  Apriyani/Fadia Tersingkir oleh Wakil Tuan Rumah

Perbaikan kondisi perumahan dipandang sebagai langkah pencegahan kunci di samping pengobatan medis dan kampanye kesehatan masyarakat.

Indonesia bertujuan mengeliminasi tuberkulosis pada 2030 sesuai target nasional yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021.

Berita terkait: Jakarta targets all neighborhood units to become TB Alert Villages

Berita terkait: Deputy minister urges regional govts to speed up TB control efforts

Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar