Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah mengalihkan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan Australia untuk menjaga keamanan pasokan dalam negeri, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada Senin.
“Pasokan LPG sejauh ini tetap aman. Yang sebelumnya kita ambil dari Timur Tengah sudah dialihkan ke negara lain seperti Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara lainnya,” ujarnya di Jakarta.
Pemerintah telah mengambil langkah serupa untuk memastikan keandalan pasokan minyak mentah, dengan mengalihkan impor dari Timur Tengah ke Angola, Nigeria dan produsen Afrika lainya, katanya.
“Saat ini, stok energi kita masih pada level minimal nasional. Jadi, insyaAllah, semua terkendali,” kata Lahadalia.
Indonesia juga telah menyiapkan kontrak impor LPG jangka panjang dengan beberapa negara untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dalam rapat kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (13 Maret), Bahlil menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipasi pemerintah agar pasokan LPG tetap aman meski sumber impor beralih dari Timur Tengah.
Sekitar 70-75 persen impor LPG Indonesia kini berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain termasuk Australia.
Selain LPG, pemerintah telah memastikan bahwa pasokan solar nasional aman, karena seluruh kebutuhan saat ini sudah dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah, namun pengaturan pasokan jangka panjang alternatif dengan negara-negara lain telah dibuat untuk menjaga keamanan energi, ujar Lahadalia.
Berita terkait: Indonesia diversifikasi sumber energi untuk kurangi ketergantungan Timur Tengah
Berita terkait: MPR desak reformasi subsidi energi untuk perbaikan penyaluran
Berita terkait: Tidak ada kenaikan kuota impor energi dalam perjanjian dagang AS: Menteri
Penerjemah: Putu Indah Savitri, Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026