Mencegah Kebakaran, Pemerintah Dorong Korporasi Hindari Pembukaan Lahan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan masyarakat dan perusahaan untuk tidak melakukan pembukaan lahan, guna mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Masyarakat tidak boleh ‘bermain-main’ dengan api. Kalau bermain api, mereka bisa terbakar sendiri,” kata Antoni di sini pada Senin.

Pemerintah memprediksi musim kemarau pada tahun 2026 akan terjadi lebih awal dan lebih panjang.

Dari Januari hingga April 2026, kekeringan dini telah terjadi di Riau dan Kalimantan Barat.

“Tahun ini akan ada kemarau yang lebih awal dan lama. Makanya, dibandingin tahun lalu, kemungkinan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026 akan lebih mengancam,” jelas Antoni.

Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Polri untuk memperkuat kerjasama dalam pencegahan dan pengelolaan pembukaan lahan.

“Sepertinya polanya masih sama: itu adalah cara mudah bagi komunitas atau perusahaan untuk membuka lahan, tapi sangat berbahaya,” ujarnya.

Antoni mengatakan ia juga terus meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah kemungkinan kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat, khususnya perusahaan, harus lebih waspada dan hati-hati dalam proses pembukaan lahan, karena pembukaan lahan akan berdampak langsung pada peningkatan kebakaran hutan dan lahan,” pesannya.

Berita terkait: Indonesia rencanakan pembukaan lahan 100.000 ha untuk program beras Papua

Berita terkait: Indonesia segel 200 hektar terkait dugaan pembakaran lahan di Kalimantan

Berita terkait: Indonesia terapkan toleransi nol pada pembakaran hutan: Menteri Gunawan

Penerjemah: Anita Permata Dewi, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  “Dikenal Pekerja Keras! Perjalanan Hidup Encuy Preman Pensiun: Dari Chef, Figuran, Hingga Sukses Berjualan Cireng”

Tinggalkan komentar