Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon, Menlu Desak Investigasi Tuntas

Minggu, 5 April 2026 – 09:50 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia menuntut agar dilakukan investigasi secara menyeluruh atas penyerangan terhadap prajurit perdamaian di Lebanon.

Tiga prajurit TNI gugur saat sedang bertugas sebagai pasukan perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ketiganya adalah almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar; almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan; dan almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dikutip Minggu, 5 April 2026.

Investigasi menjadi keharusan karena tidak seharusnya pasukan perdamaian mendapat serangan. Sugiono menegaskan harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian.

“They are peace keeping, not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ini,” tutur Sugiono.

Ia juga menekankan para penjaga perdamaian dilengkapi dan dilatih untuk menjadi perdamaian pada situasi damai. Untuk itu, ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevaluasi lagi keselamatan para prajurit penjaga perdamaian di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

KSAD Jenderal Maruli Minta Keluarga Prajurit di Lebanon Tak Risau Usai 3 TNI Gugur

Momen SBY Pakai Baret Pasukan Perdamaian saat Takziah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

RI Tuntut Jaminan Keamanan Prajurit Penjaga Perdamaian di Lebanon

Prabowo Kecam Tindakan Keji Gugurkan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Presiden RI Prabowo Subianto mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
VIVA.co.id | 5 April 2026

MEMBACA  Mobil Listrik Bekas Semakin Diminati, Tesla Harga Rp400 Juta

Tinggalkan komentar