Sabtu, 4 April 2026 – 23:12 WIB
Pakistan pada hari Jum’at menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan. Langkah ini diambil pemerintah untuk meringankan beban rakyat akibat kenaikan harga bahan bakar. Kenaikan harga ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung.
"Semua transportasi umum di Islamabad akan digratiskan untuk masyarakat umum selama 30 hari ke depan, mulai besok," kata Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi dalam sebuah pernyataan di X.
Kementerian akan menaggung pengeluaran sebesar 350 juta rupee Pakistan (sekitar $1,2 juta) untuk program ini.
Negara ini telah menaikkan harga bahan bakar pada hari Kamis. Harga bensin per liter naik menjadi 458,4 rupee Pakistan ($1,64) dari sebelumnya 321,17 ($1,15). Sementara harga solar menjadi 520,35 rupee ($1,86) dari 335,86 ($1,20).
Keadaan ini terjadi ketika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz menurun drastis. Selat Hormuz adalah jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas. Penurunan ini terjadi di tengah perang AS-Israel di Iran.
Sekitar 20 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap harinya. Gangguan yang terjadi telah mendorong kenaikan harga minyak dunia serta biaya pengiriman dan asuransi. Hal ini memicu kekhawatiran bagi perekonomian global.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan penutupan seluruh sekolah hingga akhir bulan akibat dampak perang Iran. Selain itu, mahasiswa diminta untuk kuliah secara daring. Separuh dari tenaga kerja di negara itu juga akan bekerja dari rumah.
Sebanyak 50 persen pegawai di sektor publik dan swasta akan kerja dari rumah. Kecuali bagi mereka yang bekerja di sektor penting seperti pertanian dan perbankan. Universitas juga akan mengalihkan semua kegiatan belajar mengajar ke sistem online.
Pemerintah juga akan memotong pengeluaran negara sebesar 20 persen. Pembelian barang-barang besar seperti furnitur dan AC untuk instansi pemerintah dilarang.
Pejabat pemerintah yang berpenghasilan lebih dari 300.000 rupee Pakistan (sekitar Rp 18 juta) per bulan akan dipotong gajinya sebanyak dua kali. Penggunaan kendaraan dinas juga akan dikurangi sampai 60 persen untuk dua bulan ke depan. Tunjangan bahan bakar untuk kendaraan tersebut juga dipotong setengahnya.
Kabinet federal tidak akan menerima gaji selama dua bulan. Anggota parlemen akan mengalami pemotongan gaji sebesar 25 persen. Semua anggota parlemen juga dilarang untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.