Sabtu, 4 April 2026 – 21:46 WIB
Indonesia menyatakan "keprihatinan yang sangat dalam" dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan rapat darurat. Mereka ingin semua insiden terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) diselidiki. Hal ini setelah tiga pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia terluka di Lebanon selatan pada hari Jumat saat sedang bertugas.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta, Indonesia menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada 3 April 2026. Ledakan itu melukai tiga personel Indonesia yang bertugas di UNIFIL.
"Indonesia meminta lagi supaya Dewan Keamanan PBB segera menyelidiki semua insiden terhadap UNIFIL dan agar diadakan pertemuan antara negara-negara yang menyumbang pasukan. Pertemuan ini untuk meninjau dan mengambil tindakan memperkuat perlindungan bagi pasukan UNIFIL," kata Kemlu.
Indonesia menyatakan bahwa tiga personel yang terluka ini adalah insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam waktu satu minggu terakhir.
Indonesia menegaskan bahwa serangan yang terjadi berulang kali tidak bisa diterima, apapun penyebabnya. Mereka juga menekankan pentingnya segera memperkuat perlindungan untuk pasukan perdamaian PBB, karena konflik semakin berbahaya.
"Indonesia menekankan lagi bahwa keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB tidak bisa ditawar. Tindakan apapun yang membahayakan mereka adalah pelanggaran serius hukum internasional dan pelakunya harus bertanggung jawab," sebut pernyataan itu.
Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penyelidikan yang cepat, lengkap, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk urutan kejadian dan pihak yang bertanggung jawab. Mereka menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakan.
Indonesia mengatakan insiden ini terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon dan operasi militer Israel yang terus berlanjut. Realitas ini berisiko membuat situasi tidak stabil dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.
Pemerintah Indonesia berharap personel yang terluka cepat sembuh dan menyampaikan solidaritas kepada personel beserta keluarganya.
Halaman Selanjutnya
Personel pasukan perdamaian UNIFIL dari Indonesia, yaitu Praka Dua Farizal Rhomadhon, gugur karena tembakan artileri di dekat posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.