Denpasar, Bali (ANTARA) – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menawarkan konseling bagi pekerja migran Indonesia yang mengalami trauma akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
“Kami memberikan konseling, baik secara online maupun langsung, melalui Kementerian P2MI, jaringan diaspora, dan perwakilan kami di negara-negara tersebut,” ujarnya di sini pada Kamis.
Berbicara saat pelepasan seribu pekerja migran asal Bali ke Bulgaria, dia menjelaskan bahwa meskipun tidak ada pekerja migran Indonesia yang terdampak fisik secara langsung dari konflik AS-Israel-Iran di Timur Tengah, beberapa mengalami trauma psikologis.
“Pekerja migran kita di Timur Tengah sejauh ini tidak terdampak secara fisik, tapi trauma, mungkin karena melihat misil lewat atau mendengar ledakan,” katanya.
Mereka yang terdampak kebanyakan bekerja di Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Yordania, dan Kuwait. Sementara itu, tidak ada penempatan pekerja migran Indonesia di zona konflik.
“Iran bukan negara penempatan pekerja migran. Jika ada WNI di sana, kemungkinan mereka berada di sana secara mandiri,” ujar Mukhtarudin.
Dia memastikan bahwa tidak ada pekerja migran Indonesia sektor formal yang ditempatkan di Iran, meski ada sedikit warga Indonesia di sana.
Kementerian tersebut menyatakan terus memastikan keselamatan pekerja migran melalui komunikasi aktif dengan perwakilan Indonesia di kawasan itu.
Sekitar 100 ribu pekerja migran Indonesia di Timur Tengah belum meminta repatriasi, yang mengindikasikan kondisi mereka tetap aman.
Jika mereka terdampak konflik, Mukhtarudin meyakinkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan untuk membantu evakuasi.
“Kami mendapatkan pembaruan informasi dari kedutaan besar kami, seperti di Dubai, mengenai kondisi di sana, dan kami akan menginformasikan setiap perkembangan kepada keluarga mereka di Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah memperbolehkan warga Indonesia bekerja di Timur Tengah, tetapi hanya di sektor formal di bawah entitas hukum, sementara penempatan pekerja rumah tangga untuk sementara ditangguhkan.
Berita terkait: Indonesia mengatakan pekerja migran di Timur Tengah aman di tengah ketegangan
Berita terkait: Indonesia memperketat pengawasan pada pekerja migran di Timur Tengah
Berita terkait: Indonesia diversifikasi sumber energi untuk kurangi ketergantungan pada Timur Tengah
Penerjemah: Muliantari, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026