Kisah Keluarga yang Menyentuh Hati, “Ayah, Kemana Arah yang Kau Tuju?” Ungkap Luka yang Selama Ini Terpendam

Sabtu, 4 April 2026 – 00:41 WIB

Jakarta, VIVA – Dunia perfilman Indonesia kembali diwarnai oleh sebuah kisah keluarga yang terasa sangat relatable dan dekat dengan kenyataan. Film “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” rencananya bakal tayang di bioskop mulai 9 April 2026. Film ini menampilkan potret hubungan ayah dan anak yang tidak selalu berjalan mulus.

Film ini diproduksi oleh Five Elements Pictures bekerja sama dengan Kults Creative. Proses penyutradaraan ditangani oleh Kuntz Agus, dengan skenario yang ditulis bersama Oka Aurora. Sedangkan untuk posisi produser dipercayakan pada Oda Mulya dan Soemijato Muin. Yuk, scroll untuk info lebih lengkap!

Yang menarik, film ini diangkat dari buku populer karya Khoirul Trian yang berjudul sama. Buku tersebut sebelumnya sudah berhasil menyentuh hati banyak pembaca lewat ceritanya yang penuh emosi.

Ceritanya berfokus pada Dira, seorang anak perempuan yang tumbuh dalam keluarga yang tampak normal dari luar, tapi sebenarnya menyimpan banyak masalah. Kehadiran sosok ayah yang secara fisik ada, tetapi secara emosional terasa jauh, menjadi salah satu konflik utama yang membentuk hidup Dira.

Latar kehidupan keluarga ini berpusat di rumah sekaligus warung makan “Soto Bu Lia”. Tempat yang terlihat hangat ini justru menyimpan berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi, hutang, hingga komunikasi yang tidak pernah tuntas.

Ketegangan memuncak saat sebuah ledakan kompor menyebabkan sang ibu, Lia, terluka parah. Peristiwa itu menjadi titik balik yang memaksa seluruh anggota keluarga menghadapi kenyataan pahit, termasuk beban biaya pengobatan dan rahasia-rahasia yang selama ini tersembunyi.

Dwi Sasono, yang memerankan karakter Yudi, mengaku tertarik dengan tema keluarga dalam film ini. Dia menyoroti bagaimana sosok ayah tidak selalu sesuai dengan gambaran ideal di masyarakat.

MEMBACA  Satu Dekade Kemitraan Seni: EiM dan Royal Shakespeare Company Rayakan 10 Tahun

“Jadi ayah itu gak ada sekolahnya. Semuanya berjalan seiring waktu. Karakter Yudi ini ibaratnya seperti nyetir mobil tapi lihatnya ke spion belakang, jadi dia gak tau arahnya ke mana,” ungkap Dwi saat Gala Premiere di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, karakter Yudi ini mewakili banyak ayah di luar sana yang merasa sudah berada di jalur yang benar, padahal sebenarnya mereka tersesat dan kehilangan perannya dalam keluarga.

Di sisi lain, Mawar de Jongh dipercaya memerankan Dira, sang anak sulung yang ambisius dan sering mengutamakan kepentingan keluarganya dibanding dirinya sendiri.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar