Krisis Avtur Akibat Konflik Timur Tengah Melanda Asia, Eropa Menyusul April-Mei

Jumat, 3 April 2026 – 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Dirjen Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, menyatakan bahwa krisis bahan bakar avtur dan solar karena konflik Timur Tengah udah sampe ke Asia. Dia perkirakan krisis ini bakal mencapai Eropa pada April atau sekitar awal Mei 2026.

Menurut dia, masalah terbesar saat ini adalah kelangkaan avtur dan solar, yang jadi salah satu tantangan utama.

“Kita udah lihat efeknya di Asia, tapi sebentar lagi bakal sampe Eropa. Saya kira sekitar April atau mungkin awal Mei,” kata Birol dalam sebuah podcast bersama Nicolai Tangen, seperti dikutip hari ini.

Ilustrasi perang Iran vs Israel

Dia mencatat, volume minyak yang hilang di April akan dua kali lipat dibanding Maret. Situasi ini bisa picu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak daerah.

Terutama di negara-negara berkembang dan ekonomi baru, yang devisanya terbatas.

Di waktu yang sama, CEO grup maskapai Lufthansa Jerman, Carsten Spohr, juga mengingatkan ancaman kelangkaan avtur, khususnya di luar Eropa, gara-gara gangguan pasokan dari konflik Timur Tengah.

Diketahui, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Tehran, yang sebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran lalu balas menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi konflik sekitar Iran ini menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan LNG dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Hal ini berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga. (Ant).

MEMBACA  Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang RI-AS

Tinggalkan komentar