Jakarta (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa perjalanan mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar dibanding tahun lalu.
Dia mengatakan lalu lintas secara keseluruhan selama musim libur Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan, terutama di Tol Trans Jawa.
"Jujur, sekilas memang terlihat lebih baik dari tahun lalu, 2025," ujarnya dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, itu berkat dukungan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi yang digunakan oleh operator jalan tol.
Menurut dia, penggunaan kamera CCTV, radar, dan sistem pantauan kendaraan secara real-time mempermudah pengambilan keputusan yang lebih cepat di lapangan.
"Sistem ini memungkinkan pendeteksian pergerakan kendaraan dengan mudah dan memberi informasi untuk pembuatan kebijakan bagi semua pihak," katanya.
Berdasarkan data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, puncak waktu perjalanan dari Cawang ke Banyumanik tercatat sekitar 5 jam 46 menit saat arus mudik. Sementara, pada arus balik tercatat sekitar 5 jam 12 menit.
Selanjutnya, berdasarkan data transaksi kendaraan, rata-rata perjalanan dari Cikatama ke Kalikangkung sekitar 7,4 jam, dengan median sekitar 6,6 jam.
Kementerian PU juga mencatat kecepatan rata-rata kendaraan tetap berada di atas standar pelayanan minimal (SPM) yaitu 60 kilometer (km) per jam.
Pada puncak arus mudik, kecepatan rata-rata kendaraan tercatat sekitar 73,8 km per jam, sedangkan pada arus balik meningkat jadi sekitar 83,7 km per jam.
Namun, sang menteri mengakui masih ada beberapa titik kemacetan karena kondisi lalu lintas yang sangat padat, khususnya di sekitar area istirahat.
Menurut dia, satu titik yang jadi perhatian adalah area istirahat di kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek, yang menyebabkan perlambatan lalu lintas. "Memang ada kemacetan di MBZ, tapi itu terutama karena area istirahat di km 57," ucapnya.
Tapi secara umum, dia menilai lalu lintas mudik dan balik Lebaran 2026 tetap terkendali dengan baik.
Dia menyatakan Kementerian akan terus mengevaluasi bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur jalan pada musim liburan mendatang.
Berita terkait: Indonesia catat 147,55 juta pelaku perjalanan selama musim Lebaran 2026
Berita terkait: Menteri pastikan arus balik Lebaran lancar di penyeberangan Sumatra-Jawa
Berita terkait: Kecelakaan perjalanan Lebaran Indonesia turun 7,8% meski lonjakan: Polisi
Penerjemah: Aria Ananda, Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026