Pemerintah Pastikan Lapangan Kerja Lokal di Proyek Tambak Udang Waingapu

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia memastikan bahwa masyarakat lokal terlibat dalam pembangunan dan operasional tambak udang terpadu di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Proyek strategis nasional senilai Rp7,2 triliun (sekitar AS$423 juta) ini diperkirakam mampu menciptakan ribuan lapangan kerja bagi warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian, I Nyoman Radiarta, menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis bahwa kementerian akan memastikan tenaga kerja lokal memegang peran kunci dalam program ini.

"Kami memastikan penyiapan tenaga kerja lokal agar mereka dapat berkontribusi. Fokus kami berat pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi warga Sumba Timur yang belum memiliki pengalaman sebelumnya," ujarnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, kementerian akan memberikan pelatihan khusus yang berlangsung selama 12–16 bulan.

Menurut studi awal kementerian, tambak udang terpadu berpotensi mempekerjakan sekitar 8.820 pekerja lokal.

Lebih lanjut, kementerian memperkirakan bahwa fase pembangunan dan operasional dapat mengurangi kemiskinan hingga 55 persen dan meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.820 orang, termasuk keluarga pekerja.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian, Tb Haeru Rahayu, menambahkan bahwa tambak udang di Waingapu dirancang sebagai model percontohan untuk budidaya modern dan berkelanjutan melalui penerapan praktik akuakultur terbaik.

"Kami mengadopsi SOP berdasarkan best practice, mencakup segala hal dari pengambilan air dan pengolahan reservoir hingga manajemen tambak dan pengelolaan instalasi pengolahan air limbah, untuk memastikan tidak ada dampak negatif bagi lingkungan," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa model tambak udang terpadu ini dikembangkan dari model tambak sebelumnya di Kebumen, Jawa Tengah, yang masih berbasis estate dan belum terintegrasi secara menyeluruh.

MEMBACA  Video Viral ASN Pesta dan Saweran di Instansi Pemkab Kutai Timur Menuai Kritik

Lebih jauh ia mengatakan, tambak di Waingapu telah ditingkatkan menjadi kawasan terpadu untuk menjamin keberlanjutan produksi sambil menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Kawasan budidaya udang Waingapu terletak di Desa Palakahembi dan Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur.

Membentang seluas kurang lebih 2.150 hektare dengan 1.361 hektare lahan terbangun, Tambak Udang Terpadu (TUT) Waingapu diproyeksikan memproduksi 52.000 ton udang per tahun.

Saat ini, pembangunan di lokasi masih terbatas pada pembuatan tambak percontohan. Dokumentasi terbaru per 31 Maret 2023 menunjukkan alat berat sudah beroperasi di lokasi.

Pemerintah Indonesia menargetkan proyek ini dapat selesai dalam waktu tiga tahun.

Berita terkait:

  • Kementerian informasikan 1.852 kontainer udang Indonesia masuk pasar AS
  • Indonesia genjot budidaya perikanan saat produksi ikan capai 5,02 juta ton
  • Ekspor udang Indonesia lolos inspeksi Cesium-137 AS: Kementerian

    Penerjemah: Shofi Ayudiana, Raka Adji
    Editor: Azis Kurmala
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar