sedang memuat…
JICT merayakan 27 tahun operasinya dengan memperkuat peran dalam perdagangan global dan mendorong transformasi menjadi pelabuhan hijau. Foto: Ist
JAKARTA – Jakarta International Container Terminal (JICT) merayakan 27 tahun beroperasi dengan menegaskan kembali perannya dalam perdagangan global sekaligus mempercepat transformasi menuju **green port**. Sebagai salah satu terminal kontainer terbesar di Indonesia, JICT mencatat **throughput** lebih dari 2 juta TEU pada tahun 2025.
Secara kumulatif, mereka telah menangani lebih dari 50 juta TEU, yang memperkuat posisinya sebagai penghubung utama untuk alur logistik nasional dan internasional.
“Kami terus memperkuat peran JICT dalam perdagangan global melalui peningkatan kinerja operasional dan transformasi yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama JICT, Ade Hartono, dalam acara syukuran HUT ke-27 di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Langkah-langkah yang diambil termasuk konversi peralatan operasional ke **listrik** (seperti RTG), digitalisasi layanan, serta pengelolaan lingkungan hidup lewat program penghijauan. “Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi tanpa harus mengorbankan produktivitas,” jelasnya.
Pada momen ini, JICT juga memperkenalkan seragam baru yang melambangkan peningkatan standar dan profesionalisme. JICT juga meluncurkan Klinik Satelit sebagai bagian dari pemenuhan aspek ‘Fit To Work’ bagi para pekerja. “Semua ini menjadi simbol transformasi budaya dan pemberdayaan untuk seluruh Insan JICT,” tambah Ade.
Managing Director Hutchison Ports Asia Tenggara, Stephen Ashworth, menekankan posisi strategis JICT dalam jaringan global mereka. “JICT adalah bagian yang sangat penting dari jaringan global kami, dengan standar operasional dan efisiensi yang kompetitif di kawasan,” ucapnya.
Dengan mengusung tema “27 Years Empowering Global Trade”, JICT menegaskan komitmen transformasinya menuju pelabuhan yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.
(jon)