Kampung Koboi Tugu Selatan: Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal dalam BRILiaN

Rabu, 1 April 2026 – 13:50 WIB

Kabupaten Bogor, VIVA – Transformasi ekonomi desa yang berdasarkan pengelolaan sumber daya setempat terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Desa ini berhasil menggabungkan kekuatan alam, tradisi, dan inovasi menjadi sebuah ekosistem ekonomi produktif.

Berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur dan dikelilingi pemandangan hijau yang asri, desa ini sukses mengoptimalkan berbagai potensinya. Hal ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Bagi warga Tugu Selatan, alam bukan cuma latar belakang kehidupan, tapi juga fondasi utama penghidupan. Aktivitas ekonomi berkembang dari sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal yang dijalankan secara berkelanjutan. Dukungan panorama pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, menjelaskan bahwa transformasi desa mulai cepat sejak Tugu Selatan masuk nominasi Desa BRILiaN. Program pemberdayaan desa dari BRI ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan ini membuka ruang lebih luas untuk pengembangan usaha masyarakat, peningkatan layanan desa, dan perluasan akses pembiayaan perbankan.

"Kampung Koboi itu berawal dari adanya sebuah kampung di desa kami yang sejak dulu namanya Kampung Teksas. Kebetulan hampir semua masyarakat di Kampung Teksas ini pekerjaannya sebagai penunggang kuda," jelas Eko.

Pengembangan Kampung Koboi adalah salah satu wujud nyata transformasi tersebut. Destinasi wisata ini muncul dari identitas Kampung Teksas sebagai kawasan para penunggang kuda, yang kemudian dijadikan atraksi wisata edukatif. Keberadaannya tidak hanya memberi pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta menciptakan ruang belajar dan lapangan kerja bagi warga.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan ekonomi desa dijalankan secara terpadu lewat berbagai unit usaha. Mulai dari layanan internet desa, Café Landing Para Layang sebagai ruang tumbuh UMKM lokal, hingga pengelolaan Kampung Koboi sebagai ikon wisata. BUMDes juga menyediakan layanan keuangan melalui BRILink Agen, sehingga masyarakat bisa mengakses layanan transaksi dengan lebih mudah dan efisien.

MEMBACA  Kepolisian Daerah Metro Jaya Tidak Menyetujui SP3 dalam Kasus Meninggalnya Diplomat Arya Daru Pangayunan

Kehadiran Kampung Koboi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama para penunggang kuda. Meningkatnya kunjungan wisatawan membuka peluang pendapatan baru. Dukungan BRI melalui pembiayaan dan penguatan infrastruktur juga mendorong pengembangan usaha warga. Sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan akses pembiayaan lewat KUR untuk mendukung usahanya.

Di sektor lain, klaster peternakan sapi perah juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Produksi susu yang mencapai sekitar 2.000 liter per hari menjadi tanda meningkatnya kapasitas usaha masyarakat. Dukungan permodalan melalui KUR serta kerja sama dengan BUMDes turut mendorong peningkatan populasi ternak dan produktivitas.

Tinggalkan komentar